Parlemen Malaysia Pertanyakan Sambutan yang Diterima Anwar Ibrahim di Prancis, Dibandingkan Kunjungan Prabowo

Parlemen Malaysia Pertanyakan Sambutan yang Diterima Anwar Ibrahim di Prancis, Dibandingkan Kunjungan Prabowo - Anwar - Gambar 497
Presiden Prabowo Subianto Ketika menyambut Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Manyala.co – Sorotan tajam muncul dari internal parlemen Malaysia terkait perbedaan signifikan dalam penyambutan kenegaraan yang diberikan kepada Perdana Menteri Anwar Ibrahim saat kunjungannya ke Prancis, dibandingkan dengan sambutan megah yang diterima Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam kesempatan serupa.

Dalam sesi Persidangan Dewan Rakyat yang disiarkan langsung melalui kanal resmi YouTube Parlimen Malaysia pada 21 Juli 2025 lalu, seorang anggota parlemen dari daerah pemilihan Machang menyuarakan kegelisahannya secara terbuka. Ia mempertanyakan mengapa kunjungan Anwar ke Prancis seolah diperlakukan dengan status protokoler lebih rendah, jika dibandingkan dengan sambutan hangat dan upacara penuh kehormatan yang diberikan kepada Prabowo beberapa pekan sebelumnya.

“Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, diundang langsung oleh Presiden Emmanuel Macron untuk hadir dalam perayaan Bastille Day 2025. Sementara itu, Anwar Ibrahim justru hanya disambut oleh pejabat dengan tingkat protokol yang lebih rendah,” ucapnya tegas dalam sidang parlemen.

Bahkan lebih lanjut, anggota parlemen tersebut menggambarkan suasana kunjungan Anwar Ibrahim ke Istana Kepresidenan Prancis pada 3 Juli 2025 sebagai ‘sepi’ dan minim liputan media. Ia menilai kunjungan tersebut tidak memberikan gaung positif bagi Malaysia di mata internasional. Tidak ada parade, tidak ada jamuan resmi berskala besar, dan nyaris tidak terdengar gaungnya di media dunia.

Sebaliknya, kunjungan kenegaraan Prabowo Subianto ke Paris pada 14 Juli 2025 berlangsung dalam atmosfer yang sangat meriah. Dalam momen yang bertepatan dengan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day, Prabowo menerima penghormatan luar biasa dari pemerintah tuan rumah, termasuk parade militer, jamuan resmi, hingga peliputan yang masif dari media internasional. Media kenamaan seperti South China Morning Post (SCMP) bahkan memuji kunjungan tersebut sebagai momentum penting yang memperkuat citra Indonesia sebagai kekuatan aktif dalam kancah global.

LCC Empat Pilar Kalbar Jadi Sorotan, Kawendra Dukung Langkah MPR dan Apresiasi SMAN 1 Pontianak

SCMP dalam laporannya menulis bahwa kedatangan Prabowo ke Paris bukan sekadar kunjungan simbolik, melainkan memperlihatkan posisi strategis Indonesia di mata kekuatan besar dunia seperti Prancis. “Kunjungan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap peran penting Indonesia secara global,” tulis SCMP dalam artikelnya bertanggal 17 Juli 2025.

Anggota parlemen Malaysia itu pun menyayangkan kurangnya strategi komunikasi dari pemerintah Malaysia dalam memanfaatkan momen diplomatik seperti kunjungan kenegaraan. Ia mendorong agar pemerintah memperkuat upaya promosi dan diplomasi luar negeri yang dapat meningkatkan citra Malaysia di panggung dunia. Menurutnya, peliputan media internasional sangat penting untuk menunjukkan eksistensi negara dalam pergaulan global.

“Perlu ada pembenahan dalam hal strategi komunikasi pemerintah. Jangan sampai setiap kunjungan luar negeri hanya menjadi rutinitas protokoler tanpa memberi dampak terhadap citra dan martabat negara,” tegasnya.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto pun terus mempererat hubungan bilateral dengan Prancis, khususnya dalam bidang pertahanan. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Macron di Jakarta pada 28 Mei 2025 lalu, Prabowo menekankan pentingnya kerja sama strategis antara kedua negara. Prancis disebutnya sebagai mitra utama dalam proses modernisasi alutsista Indonesia, baik melalui joint production, transfer teknologi, maupun kerja sama pelatihan militer.

“Prancis adalah salah satu mitra kunci Indonesia dalam upaya peningkatan kekuatan pertahanan nasional,” kata Prabowo dalam konferensi pers usai pertemuan tersebut.

Yusuf Ritangnga Dorong Ekowisata Benteng Alla Lewat Festival Hari Bumi

Tak hanya dalam bidang pertahanan, Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama ekonomi. Indonesia dan Prancis dikabarkan sepakat untuk mendorong peningkatan volume perdagangan dan investasi yang lebih seimbang. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo meminta dukungan penuh Prancis dalam menyelesaikan perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), sekaligus mendukung keanggotaan Indonesia dalam Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Sebagai tindak lanjut dari hubungan bilateral tersebut, Macron bahkan dijadwalkan mengunjungi Akademi Militer (Akmil) di Magelang pada akhir Mei 2025, atas undangan resmi Prabowo. Agenda ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan militer dan pengembangan sumber daya manusia pertahanan.

Kembali ke sorotan parlemen Malaysia, perbandingan antara kedua pemimpin negara ASEAN itu menimbulkan keprihatinan tersendiri. Bagi sebagian kalangan di Malaysia, ini bukan hanya soal protokol sambutan, tapi juga mencerminkan pengaruh diplomatik dan posisi strategis masing-masing pemimpin di mata kekuatan dunia. Perbedaan mencolok itu, menurut mereka, seharusnya menjadi refleksi bagi pemerintah Malaysia untuk lebih serius dalam mengelola hubungan luar negeri dan membangun citra positif di mata internasional.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Kartika Sandra Desi Tinjau Bulog, Pastikan Pangan Tetap Aman

02

Muhammad Rahul Apresiasi Polda Riau Ungkap Kasus Narkoba di Rokan Hilir

03

BPS: Ketimpangan Pengeluaran Indonesia Turun ke 0,363

04

HIPMI Institute Sulsel Resmi Dilantik, Usung Ekosistem Kolaboratif untuk Cetak Founder Muda Berdaya Saing Global

05

Prabowo Nilai Krisis Global Jadi Peluang Percepatan Program Nasional

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

Kolom

× Advertisement
× Advertisement