Manyala.co – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mencabut izin edar empat produk skincare yang diketahui milik Dokter Detektif atau yang akrab disapa netizen sebagai Doktif. Sosok ini cukup dikenal di media sosial karena kerap terlibat perdebatan dengan sejumlah pemilik merek skincare dan sering membuat konten edukasi seputar perawatan kulit.

Keputusan pencabutan izin edar ini diumumkan langsung melalui akun Instagram resmi BPOM. Empat produk yang terdampak adalah AAC Face Tonic AHA, AAC Day Cream with Brightener, AAC S B Oily, dan Amiraderm Glowing Night Cream Series. Seluruh produk tersebut memiliki logo yang identik dengan brand Amira Aesthetic Clinic, klinik kecantikan milik Doktif yang berlokasi di kawasan Serang.
BPOM menjelaskan bahwa pencabutan izin edar dilakukan karena ditemukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika. Dalam unggahan resminya, BPOM mengungkap bahwa komposisi produk tidak sesuai dengan yang tercantum di kemasan maupun data yang diajukan saat proses pendaftaran.
“Temuan kali ini adalah kosmetik dengan perbedaan kandungan pada kemasan. Ketidaksesuaian ini terjadi karena komposisi yang disampaikan saat pendaftaran berbeda dengan yang tertera di label produk,” tulis BPOM dalam keterangan resminya di media sosial.
Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2022 mengatur secara rinci prosedur pengajuan notifikasi kosmetik, termasuk kewajiban produsen untuk memberikan data yang akurat mengenai bahan-bahan yang digunakan. Ketidaksesuaian data ini dianggap sebagai pelanggaran serius yang dapat berdampak pada keamanan konsumen.
Diketahui, AAC yang merupakan singkatan dari Amira Aesthetic Clinic, selama ini menjadi salah satu brand yang dipromosikan Doktif. Klinik ini juga diketahui memproduksi berbagai produk skincare yang dipasarkan secara luas. Logo brand pada keempat produk yang izin edarnya dicabut memiliki kesamaan yang jelas dengan logo resmi klinik tersebut.
Doktif sendiri dikenal luas di media sosial karena sering mengunggah konten edukasi skincare, termasuk melakukan uji laboratorium terhadap produk-produk yang beredar di pasaran. Aksinya kerap menuai kontroversi, terutama ketika hasil tes yang ia bagikan memicu perdebatan dengan pemilik brand tertentu.
Kasus ini menambah daftar panjang penarikan izin edar kosmetik yang dilakukan BPOM dalam beberapa tahun terakhir. Lembaga ini menegaskan komitmennya untuk melindungi konsumen dari potensi risiko penggunaan produk yang tidak memenuhi standar keamanan. BPOM juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti memeriksa nomor notifikasi dan komposisi produk sebelum membeli skincare.
Meski hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Doktif terkait pencabutan izin edar tersebut, publik menanti klarifikasi langsung mengingat reputasinya sebagai figur yang selama ini lantang mengkritik produk skincare lain. Kejadian ini menjadi sorotan karena melibatkan sosok yang selama ini dikenal sebagai penggiat edukasi keamanan kosmetik, namun justru produknya tersandung masalah regulasi.
































