Jemaah Haji 2024 Diminta Jadi Saksi, KPK Telusuri Skandal Kuota Ibadah dan Dugaan Kerugian Triliunan

Jemaah Haji 2024 Diminta Jadi Saksi, KPK Telusuri Skandal Kuota Ibadah dan Dugaan Kerugian Triliunan - Haji - Gambar 137
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu

Manyala.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperdalam penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama periode 2023-2024. Lembaga antirasuah itu kini mengajak jemaah haji yang berangkat pada musim haji 1445 Hijriah atau 2024 Masehi untuk memberikan kesaksian, khususnya mereka yang mengalami kejanggalan dalam pelayanan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pihaknya membutuhkan keterangan langsung dari para jemaah untuk memperkuat proses hukum. Ia mencontohkan, kesaksian yang relevan adalah pengalaman jemaah yang semula mendaftar haji khusus, tetapi justru mendapatkan fasilitas haji reguler. Demikian pula sebaliknya, ada pula kasus jemaah furoda yang justru diarahkan mengikuti haji khusus atau bahkan reguler.

KPK menilai pola penyimpangan seperti itu dapat menjadi bukti penting dalam mengurai dugaan praktik korupsi. Budi menegaskan, masyarakat yang merasa mengalami ketidaksesuaian pelayanan dapat menyampaikan laporannya melalui kanal resmi KPK, baik lewat laman https://kws.kpk.go.id/, panggilan ke nomor 198, maupun surat elektronik ke pengaduan@kpk.go.id.

Menurutnya, laporan dari publik sangat berharga. “Informasi yang masuk bisa menjadi pengayaan bagi proses penyidikan yang sedang dilakukan KPK,” kata Budi di Jakarta, Senin, 18 Agustus 2025.

Sebelumnya, KPK resmi mengumumkan pembukaan penyidikan perkara ini pada 9 Agustus 2025. Pengumuman itu disampaikan tidak lama setelah penyidik meminta keterangan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, pada 7 Agustus 2025. Dalam proses itu, KPK juga menjalin komunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk menghitung potensi kerugian negara.

Alumni Teknik Unhas Angkatan 2006 Sukses Gelar 2 Dekade

Hasil perhitungan awal BPK yang diumumkan pada 11 Agustus 2025 cukup mengejutkan. Kerugian negara diduga mencapai lebih dari Rp1 triliun. Selain itu, KPK juga menerbitkan pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap tiga orang, termasuk Yaqut, untuk memastikan penyidikan berjalan lancar.

Kasus ini semakin menjadi sorotan publik setelah Panitia Khusus (Pansus) Angket Haji DPR RI turut mengungkap sejumlah kejanggalan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024. Salah satu hal yang disorot adalah kebijakan Kementerian Agama dalam pembagian tambahan kuota 20.000 jemaah dari Arab Saudi. Kuota itu dibagi rata, masing-masing 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.

Padahal, aturan dalam Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 jelas mengatur bahwa porsi haji khusus hanya sebesar 8 persen, sementara 92 persen diperuntukkan bagi jemaah reguler. Artinya, langkah Kemenag saat itu dianggap melanggar aturan yang berlaku dan membuka peluang terjadinya praktik penyalahgunaan kewenangan.

Situasi ini semakin menambah daftar panjang problematika pengelolaan ibadah haji di Indonesia. Tidak hanya terkait tata kelola kuota, tetapi juga menyangkut transparansi pelayanan yang kerap menimbulkan keluhan masyarakat. Bagi KPK, kesaksian jemaah menjadi pintu masuk penting untuk membongkar alur dugaan korupsi yang ditengarai melibatkan pejabat tinggi dan pihak swasta dalam bisnis penyelenggaraan haji.

KPK menekankan bahwa proses hukum ini tidak hanya menyasar pada aspek pidana, tetapi juga diharapkan bisa memperbaiki sistem pengelolaan haji ke depan. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat, khususnya jemaah yang menjadi korban penyimpangan, akan sangat menentukan arah penyidikan.

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

Dengan mengumpulkan data, dokumen, dan kesaksian, lembaga antirasuah berharap mampu mengurai benang kusut dugaan skandal haji yang disebut-sebut sebagai salah satu kasus korupsi besar dengan kerugian negara fantastis. Kini, semua mata tertuju pada langkah KPK berikutnya, termasuk kemungkinan penetapan tersangka dalam waktu dekat.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom