Menkeu Purbaya Siapkan Strategi Baru Kurangi Ketergantungan Utang Negara

Purbaya
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa didampingi pimpinan Badan Anggaran DPR RI usai Rapat Paripurna DPR RI pengesahan APBN 2026 di Jakarta, Selasa (23/9/2025). (dok. Ismadi Amrin/InfoPublik).

Manyala.co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan strategi barunya dalam mengelola keuangan negara. Ia menegaskan bahwa pada tahun mendatang, pemerintah akan menekan penarikan utang baru dan mengganti arah strategi pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya berbasis utang menjadi berbasis pendapatan negara.

“Kalau saya lihat ke depan, harusnya kita tidak akan terpaksa menambahkan utang lebih. Karena saya akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat, sehingga dengan APBN yang sama, saya akan mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan pendapatan pajak yang lebih tinggi,” ujar Purbaya, Rabu (24/9/2025), dikutip dari Antara.

Purbaya menilai, pengelolaan keuangan yang sehat menjadi kunci agar dana pemerintah tidak mengganggu jalannya perekonomian. Menurutnya, kebijakan ini akan memberikan dorongan tambahan terhadap laju ekonomi nasional yang kemudian akan berdampak langsung pada meningkatnya penerimaan negara.

Bahkan, ia menyampaikan perhitungannya secara rinci. Jika ekonomi tumbuh sebesar 1 persen, tambahan penerimaan negara diperkirakan bisa mencapai Rp220 triliun. Sedangkan jika pertumbuhan berada di angka 0,5 persen, maka potensi tambahan penerimaan negara bisa menembus Rp110 triliun. “Jadi, itu yang kita kejar-kejar nanti,” tambahnya.

Sikap hati-hati Purbaya juga didukung masukan dari anggota DPR RI. Ia menegaskan pengelolaan utang akan tetap berpegang pada prinsip countercyclical. Artinya, ketika ekonomi berada dalam fase tumbuh pesat, penarikan utang harus ditekan. Sebaliknya, penambahan utang hanya dilakukan apabila ekonomi membutuhkan stimulus tambahan agar kembali stabil.

La Tinro La Tunrung Dorong Masyarakat Perkuat Persatuan dan Keutuhan NKRI

Hal itu menunjukkan bahwa kebijakan utang negara tidak bersifat kaku, melainkan sangat bergantung pada situasi dan kondisi ekonomi di lapangan. Meski demikian, Menkeu optimistis tahun depan Indonesia tidak perlu menambah utang dalam jumlah besar. Ia percaya diri, penerbitan utang pada tahun anggaran 2026 bisa ditekan hingga berada di bawah target yang sudah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Nanti kita lihat semester pertama tahun depan bagaimana realisasi pertumbuhan ekonominya,” jelasnya.

Sementara itu, DPR telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang APBN 2026 menjadi Undang-Undang. Dalam rancangan tersebut, defisit ditetapkan mencapai Rp698,15 triliun atau setara 2,68 persen dari produk domestik bruto (PDB). Di sisi lain, pendapatan negara diproyeksikan mencapai Rp3.153,58 triliun. Angka ini terdiri dari penerimaan perpajakan Rp2.693,71 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp459,2 triliun, serta hibah senilai Rp660 miliar.

Adapun belanja negara pada 2026 ditetapkan sebesar Rp3.842,72 triliun, yang terbagi ke dalam dua pos utama, yakni belanja pemerintah pusat sebesar Rp3.149,73 triliun dan transfer ke daerah senilai Rp692,99 triliun.

Dengan strategi yang lebih menekankan pada pertumbuhan ekonomi dan optimalisasi pendapatan, Purbaya optimis Indonesia mampu menjaga stabilitas fiskal tanpa harus terus mengandalkan utang sebagai penopang utama pembangunan.

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement