Manyala.co – Pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum PBB menuai sorotan tajam, salah satunya datang dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam forum internasional tersebut, Netanyahu menyebut dirinya memperhatikan dengan saksama kata-kata pemimpin Indonesia itu yang dinilainya penuh semangat.
“Dan saya mencatat, seperti halnya Anda juga pasti mencatat, kata-kata yang penuh semangat yang disampaikan di sini oleh Presiden Indonesia,” ujar Netanyahu di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Jumat (27/9/2025). Ia bahkan menyebut Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia dan menganggap pernyataan Prabowo sebagai sebuah pertanda positif. “Ini adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Dan ini juga merupakan pertanda tentang apa yang bisa terjadi di masa depan,” tambah Netanyahu.
Namun demikian, pidato Netanyahu diwarnai kontroversi. Buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) itu justru mendapat aksi walk-out dari sejumlah perwakilan negara yang hadir dalam sidang tersebut.
Menanggapi sorotan Netanyahu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono bersikap hati-hati. Ia menyebut pernyataan Netanyahu adalah haknya untuk berpendapat. “Itu posisinya dia, saya jangan ditanya,” kata Sugiono ketika dimintai tanggapan di Markas Besar PBB pada hari yang sama, dikutip dari ANTARA.
Meski begitu, Menlu menegaskan kembali garis kebijakan Indonesia yang tak tergoyahkan: mendukung penuh kedaulatan Palestina. “Visi apa pun itu harus dimulai dari situ,” tegasnya. Ia menambahkan, “Kita tak akan berbicara yang lain-lain selain pertama ya ada recognition terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina dan itu yang akan kita lakukan.”
Sebelumnya, dalam pidatonya pada Selasa (23/9/2025), Presiden Prabowo mengingatkan dunia bahwa perdamaian di Timur Tengah hanya bisa tercapai dengan jaminan keamanan bagi semua pihak. “Saya juga terang-terangan mengatakan perdamaian hanya bisa datang kalau semua orang mengakui, menghormati, dan menjamin keamanannya Israel,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memicu kejutan, sebab Indonesia selama ini dikenal selalu berada di barisan pendukung Palestina. Namun, Prabowo menekankan perdamaian sejati hanya mungkin terwujud jika hak-hak Palestina diakui bersamaan dengan jaminan keselamatan bagi Israel.
“Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus, kita juga harus mengakui, kita juga harus menghormati, dan kita juga harus menjamin keselamatan dan keamanan Israel,” kata Prabowo. Ia kemudian menegaskan kembali pentingnya penerapan solusi dua negara. “Hanya dengan begitu kita bisa memiliki perdamaian sejati, perdamaian yang nyata, tanpa kebencian dan tanpa kecurigaan. Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara.”
Sorotan dunia terhadap pernyataan Prabowo menunjukkan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan dalam isu global, meski pada saat yang sama memunculkan perdebatan tentang arah diplomasi luar negeri RI.
































