Makassar, Manyala.co – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (SHIAM/UPG) di Makassar menjadi simpul penerbangan utama Indonesia Timur, mencatat 210 penerbangan harian atau satu pergerakan pesawat setiap 3,5 menit di landasan pacu sepanjang 3.100 meter. Data ini menempatkan SHIAM sebagai bandara tersibuk di wilayah timur Nusantara.
Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, yang berjarak sekitar 1.756 kilometer di utara Makassar, menempati posisi kedua dengan rata-rata satu penerbangan setiap 45 menit. Sebagai perbandingan, Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng di Tangerang mencatat sekitar 991 penerbangan harian atau satu penerbangan setiap 1,1 menit di tiga landasan pacunya.
Secara nasional, tingkat kesibukan SHIAM berada di bawah Soekarno-Hatta (CGK), Juanda Surabaya (SUB), dan Ngurah Rai Bali (DPS). Bandara Kualanamu di Medan (KNO) berada satu peringkat di bawah Makassar.
Konsil Bandara Internasional (ACI) mencatat terdapat 52 bandara tersibuk di Indonesia, dengan 19 di antaranya berada di kawasan timur. Wilayah tersebut memiliki sedikitnya 198 bandara, namun sekitar 93 persen masih berstatus perintis, terutama di Papua dan Nusa Tenggara.
Dari total 221 penerbangan harian di Makassar, sebanyak 193 merupakan penerbangan domestik dan lima penerbangan internasional. Aktivitas penerbangan di SHIAM mencakup lima jenis layanan: domestik, internasional, kargo, carter, dan penerbangan pribadi.
Data olahan papan jadwal keberangkatan dan kedatangan (flight board) menunjukkan antara pukul 13.00–14.00 WITA, terdapat 17 pergerakan pesawat, terdiri dari 10 pendaratan dan 7 keberangkatan. Pendaratan terbanyak berasal dari Jakarta, Yogyakarta, Morowali, hingga Nabire, sedangkan penerbangan keluar menuju Surabaya, Lombok, dan Berau.
Kesibukan tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatat bahwa pada 2018, sebelum pandemi COVID-19, Bandara Sultan Hasanuddin pernah mencapai 315 penerbangan per hari dengan total 13,5 juta penumpang dan 93,8 ribu ton kargo.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan per Februari 2025, jumlah penumpang domestik naik 1,43 persen secara tahunan (year-on-year), sementara penumpang internasional tumbuh 4,61 persen antara Januari 2024 dan Januari 2025.
Pgs. Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, menyatakan bahwa dari 37 bandara yang dikelola Angkasa Pura, Soekarno-Hatta masih mendominasi dengan 991 penerbangan dan 149 ribu penumpang per hari. Namun, ia menegaskan tren kenaikan aktivitas di Makassar menunjukkan posisi strategis kota itu sebagai hub penerbangan Indonesia Timur.
“Tren peningkatan ini memperkuat peran Bandara Sultan Hasanuddin sebagai simpul utama konektivitas udara nasional,” ujar Arie dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (2/2/2025).
Data InJourney Airports mencatat selama 1–5 November 2024, Bandara Sultan Hasanuddin melayani 1.004 penerbangan atau rata-rata 201 penerbangan per hari, dengan total 128.487 penumpang, setara 25.697 penumpang per hari.
Dengan lonjakan pergerakan pesawat dan peningkatan jumlah penumpang pasca-pandemi, SHIAM diproyeksikan terus menjadi pusat mobilitas udara utama kawasan timur Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
































