Enrekang, Manyala.co – Kementerian Transmigrasi melalui Program Ekspedisi Patriot bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Validasi dan Pendalaman Temuan Lapangan Analisis Komoditas Unggulan Kawasan Transmigrasi Matajang” yang berlangsung di Aula Dinas Koperasi, UMKM Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (KopUMKMnakertras) Kabupaten Enrekang, (26/11/2025).
Kegiatan ini melanjutkan riset lapangan selama empat bulan yang difokuskan pada pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi Matajang.
Sehari sebelum FGD, tim riset menyelenggarakan Workshop Optimalisasi Komoditas Ternak Sapi Potong yang dibuka oleh Kepala Dinkopnakertras Enrekang, Hasbar.
Workshop bersama FGD menjadi rangkaian akhir dari kegiatan riset, observasi, pemetaan potensi, dan analisis rantai nilai di empat desa transmigrasi: Matajang, Lebani, Palakka, dan Banua.
FGD dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Enrekang, Zulkarnain Kara. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya tindak lanjut hasil riset agar benar-benar memberi dampak. “Kami berharap temuan ini tidak berhenti di meja laporan.
Rekomendasi harus menjadi bahan aksi bersama antara kementerian sebagai pemilik program dan Pemda Enrekang agar pembangunan kawasan transmigrasi dapat berjalan terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala Dinkopnakertras Enrekang, Hasbar, menyampaikan bahwa riset yang dilakukan Ekspedisi Patriot menghasilkan data lapangan yang kuat dan valid. “Pendalaman langsung di lokasi menghasilkan gambaran nyata tentang potensi dan kendala pengembangan ternak sapi potong serta komoditas lain. Data ini menjadi dasar yang kuat bagi kementerian dan Pemda dalam merumuskan kebijakan dan program di kawasan transmigrasi Matajang,” jelasnya.
Tim Ekspedisi Patriot dipimpin oleh para akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Koordinator Output 1 adalah Dr. Ir. Rio Olimpias, S.Pt., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., sedangkan Output 2 dipimpin oleh Dr. Ir. Dimas Hand Vidya, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPD. Kedua akademisi tersebut memimpin delapan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan penelitian dan pendampingan masyarakat sepanjang proses riset.
FGD menghasilkan rekomendasi strategis yang dirumuskan dalam Road Map Pengembangan Komoditas Unggulan Kawasan Transmigrasi Matajang.
Road map tersebut disusun dalam empat tahap: tahap pertama pembangunan fondasi kelembagaan dan perencanaan; tahap kedua peningkatan kapasitas teknis dan produksi; tahap ketiga penguatan infrastruktur dan mutu produk; serta tahap keempat integrasi teknologi dan manajemen risiko.
Target jangka panjangnya adalah tercapainya model peternakan terintegrasi (integrated farming system) untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat transmigrasi.
Selain aspek teknis, FGD juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan lokal melalui pembentukan kelompok peternak atau kelompok usaha bersama, penyusunan rencana usaha, serta sinergi lintas sektor antara pemerintah desa, pemerintah provinsi, kementerian, dan akademisi. Rekomendasi ini diharapkan menjadi acuan bersama dalam penyusunan rencana kerja Kementerian Transmigrasi dan Pemda Enrekang.
Rangkaian kegiatan Ekspedisi Patriot di Matajang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memperhatikan pemasaran, akses pembiayaan, dan manajemen risiko usaha. Dengan demikian, roadmap yang disusun mencakup keseluruhan aspek strategis mulai dari kelembagaan, teknis, infrastruktur, teknologi, hingga manajemen.
FGD Validasi dan Pendalaman Temuan Lapangan ini menjadi penutup rangkaian kegiatan Ekspedisi Patriot di wilayah Matajang. Rekomendasi strategis yang dihasilkan siap dibawa ke tahap perencanaan kebijakan. Diharapkan kolaborasi antara kementerian, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah dapat membuka peluang pengembangan nyata bagi masyarakat transmigrasi.
































