Manyala.co – Google Meet mengalami gangguan layanan pada Rabu (26/11/2025) siang ketika sejumlah pengguna melaporkan sulit mengakses platform konferensi video tersebut. Berdasarkan pemantauan melalui situs pemantau layanan Down Detector, laporan mulai meningkat sekitar pukul 12.33 WIB, dengan total 219 laporan hingga berita ini diturunkan. Keluhan terutama berkaitan dengan ketidakmampuan pengguna untuk login dan munculnya notifikasi kesalahan server.
Saat mencoba mengakses layanan, pengguna menerima pesan, “Server mengalami gangguan sementara dan tidak dapat memenuhi permintaan Anda.” Hingga Rabu sore, belum ada konfirmasi resmi dari Google mengenai penyebab gangguan tersebut maupun estimasi waktu pemulihan layanan. Kondisi ini memengaruhi pengguna di berbagai negara, namun skala dampaknya belum dapat dipastikan secara menyeluruh.
Mengutip laporan Hindustan Times, sejumlah pengguna menyampaikan keluhan melalui platform X. Seorang pengguna menuliskan, “Google Meet tidak berfungsi!! Mengapa semua perusahaan teknologi besar tidak berfungsi bulan ini?” Pengguna lain menyatakan, “Tidak bisa login Google Meet. Saya tidak pernah sebebas ini,” sementara beberapa pengguna mengaku dapat bergabung dalam pertemuan, tetapi anggota tim mereka mengalami kendala serupa. Komentar-komentar ini menggambarkan gangguan yang tidak merata, yang menunjukkan kemungkinan masalah terjadi pada sisi autentikasi atau server regional tertentu.
Insiden ini terjadi dua bulan setelah gangguan besar pada September 2025, ketika Google Meet terdampak masalah teknis di Amerika Serikat dan memengaruhi lebih dari 15.000 pengguna. Dalam laporan Down Detector saat itu, sekitar 79 persen laporan berkaitan dengan kegagalan memulai konferensi video, 16 persen disebabkan masalah koneksi server, dan 5 persen terkait gangguan aplikasi. Google menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh perubahan terbaru pada sistem cache konten. Perusahaan kemudian membatalkan perubahan tersebut untuk memulihkan layanan, dan menyampaikan apresiasi terhadap kesabaran pengguna selama proses perbaikan berlangsung.
Gangguan terbaru ini juga terjadi satu minggu setelah insiden besar di perusahaan infrastruktur web Cloudflare yang menyebabkan gangguan luas pada beberapa layanan internet besar, termasuk X, Canva, dan ChatGPT. Cloudflare mengakui adanya kesalahan pada fitur Bot Management yang semestinya berfungsi mengatur lalu lintas bot pada jaringan Content Delivery Network (CDN). Kepala teknologi Cloudflare, Dane Knecht, menyatakan bahwa kejadian itu mengecewakan pengguna, sementara CEO Cloudflare, Matthew Prince, menilai insiden tersebut sebagai gangguan paling serius sejak 2019.
Hingga Rabu malam, belum ada korelasi yang dapat dipastikan antara masalah Cloudflare pekan lalu dan gangguan Google Meet hari ini. Tidak ada indikasi resmi yang menunjukkan bahwa gangguan berasal dari serangan siber atau masalah keamanan jaringan. Namun, insiden beruntun yang dialami sejumlah perusahaan teknologi besar menimbulkan perhatian publik terkait stabilitas layanan digital yang digunakan secara luas di lingkungan kerja, pendidikan, dan komunikasi harian.
Google belum merilis pernyataan tambahan maupun laporan pemulihan pada halaman status layanan resminya. Pengguna disarankan memantau informasi dari kanal resmi Google serta situs pemantau layanan pihak ketiga untuk mengetahui perkembangan perbaikan.
































