7 Fakta Bencana Banjir & Longsor Sumatera Utara

Banjir
7 Fakta Bencana Banjir & Longsor Sumatera Utara.

Manyala.co – Deretan bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak 24 hingga 26 November 2025. Hujan deras yang turun tanpa henti dalam dua hari berturut-turut memicu banjir besar, tanah longsor, hingga pohon tumbang di berbagai kabupaten/kota. Dampaknya bukan hanya merusak permukiman, tetapi juga menimbulkan korban jiwa, memutus akses jalan, dan memaksa ribuan orang mengungsi.

Laporan BNPB, BPBD Sumut, hingga kepolisian daerah menunjukkan bahwa skala kejadian ini tergolong besar dan terjadi hampir serentak di beberapa wilayah Tapanuli. Situasi darurat bahkan membuat tiga daerah menetapkan status tanggap darurat bencana untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Berikut tujuh fakta lengkap yang dirangkum dari berbagai laporan resmi mengenai bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara.

1. Empat Wilayah Terdampak Parah, Bencana Terjadi Serentak Akibat Cuaca Ekstrem

Hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin (24/11/2025) hingga Selasa (25/11/2025) menyebabkan beberapa kabupaten di Sumut dilanda banjir dan longsor. Daerah yang terdampak antara lain Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

BNPB melaporkan bahwa durasi hujan yang berlangsung lebih dari 48 jam membuat tanah jenuh air, sehingga memicu longsor di sejumlah titik berbukit. Di Sibolga sendiri, beberapa kelurahan seperti Angin Nauli, Aek Muara Pinang, Pasar Belakang, hingga Pasar Baru mengalami banjir dengan arus deras yang menyeret kendaraan dan merusak rumah warga.

Semarak Porseni HUT RI, Wali Kota Makassar Munafri Tekankan Kekompakan ASN hingga Peduli Kebersihan

Sementara itu, sejumlah titik longsor dilaporkan muncul di Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga Selatan, hingga Sibolga Sambas dengan kondisi material tanah bercampur batu besar dan potongan kayu.

2. 34 Warga Dinyatakan Meninggal, Sebagian Besar dari Tapanuli Selatan

BPBD Sumut mengonfirmasi sedikitnya 34 korban meninggal dunia hingga Rabu (26/11/2025). Korban terbanyak berada di Kabupaten Tapanuli Selatan, yaitu sembilan orang. Kecamatan Batangtoru menjadi wilayah paling terdampak dengan enam korban, disusul Sipirok dan Angkola Barat.

Empat korban meninggal lain berasal dari Desa Mardame, Tapanuli Tengah, setelah rumah mereka tertimbun material longsor. BPBD juga mencatat tiga orang masih hilang dan puluhan warga mengalami luka.

Di sisi lain, belasan rumah rusak berat, puluhan lainnya rusak ringan, serta sejumlah fasilitas umum ikut terdampak, termasuk sekolah dan jembatan yang terputus.

3. Status Tanggap Darurat Resmi Berlaku di Tiga Kabupaten

Tingginya tingkat kerusakan dan risiko lanjutan membuat tiga daerah di Sumut menetapkan status tanggap darurat. Daerah tersebut adalah:

HUT ke-81 RI, Pemkot Makassar Semarakkan Perayaan Lomba Lingkup SKPD hingga Tingkat RT/RW

  • Tapanuli Utara: 25 November–9 Desember 2025
  • Tapanuli Selatan: 24 November–7 Desember 2025
  • Mandailing Natal: 26 November–9 Desember 2025

Penetapan status ini memungkinkan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran darurat, mobilisasi alat berat, serta percepatan distribusi logistik bagi warga terdampak.

4. Data Polda Sumut: 86 Kejadian Bencana dalam 3 Hari, 34 Orang Meninggal

Polda Sumut merilis data rekapitulasi bencana yang mencatat 86 kejadian hidrometeorologi di 11 kabupaten/kota. Rinciannya:

  • 59 kejadian longsor
  • 21 kejadian banjir
  • 4 pohon tumbang
  • 2 puting beliung

Kombes Pol Ferry Walintukan menyebut total korban mencapai 72 warga, dengan 34 di antaranya meninggal. Paling banyak berasal dari wilayah hukum Polres Tapanuli Selatan.

Lebih dari 490 personel kepolisian, termasuk Brimob dan Samapta, dikerahkan untuk membantu evakuasi, melakukan TPTKP, membersihkan material longsor, hingga pencarian korban yang masih hilang.


5. Ribuan Rumah Terendam, Ratusan Mengungsi, dan Akses Jalan Banyak yang Terputus

Dampak kerusakan di lapangan terbilang besar. Di Tapanuli Tengah saja, lebih dari 1.902 rumah terendam banjir di sembilan kecamatan. Sementara di Tapanuli Utara, puluhan rumah rusak berat dan empat ruas jalan terdampak.

ITH Teken MoU dengan Pemkab Pinrang, Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah

Mandailing Natal mencatat lebih dari 2.200 jiwa mengungsi, puluhan rumah rusak, dan puluhan hektare lahan pertanian terendam.

Di beberapa lokasi, ketinggian banjir masih mencapai 1 meter dan menghambat aktivitas warga. Distribusi bantuan digencarkan, termasuk pendirian tenda pengungsian.


6. Basarnas dan Tim Gabungan Intensif Lakukan SAR di Sibolga dan Tapanuli Raya

Operasi pencarian korban diperluas menyusul laporan warga hilang di beberapa titik. Basarnas mengerahkan personel dari Pos SAR Sibolga dibantu TNI/Polri, BPBD, Polairud, hingga relawan.

Kendala berat muncul di lapangan, mulai dari jalan utama yang terputus, padamnya listrik, gangguan jaringan komunikasi, hingga gelombang laut tinggi yang menghambat akses menuju wilayah pesisir.

Sejumlah pengungsian utama dipusatkan di GOR Pandan (Tapteng), SMPN 5 Parombunan (Sibolga), dan RS Bhayangkara Batangtoru (Tapsel).


7. Badan Geologi Jelaskan Penyebab Longsor: Tanah Gembur, Lereng Terpotong, dan Struktur Batuan Rawan Runtuh

Badan Geologi ESDM mengidentifikasi tujuh faktor pemicu longsor di Sibolga. Faktor dominan yaitu curah hujan tinggi yang membuat tekanan pori meningkat, serta tanah lapukan tebal yang mudah jenuh.

Batuan intrusi seperti granit Sibolga juga cenderung membentuk blok besar setelah lapuk. Kondisi ini membuat wilayah tersebut rentan mengalami block slide atau runtuhan lokal, terutama di area yang lerengnya dipotong untuk permukiman atau akses jalan.

Kondisi geologis yang tidak stabil tersebut diperparah absennya penguatan lereng, sehingga memudahkan longsor terjadi saat hujan ekstrem turun dalam waktu lama.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

02

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

RT 04 Tamangapa Jadi Percontohan Pemilahan Sampah di Makassar, Budaya Pilah Sampah Dimulai Sejak 2025

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement