Utang Pemerintah Akhir 2025 Capai Rp9.637,9 Triliun

Utang
Utang Pemerintah Akhir 2025 Capai Rp9.637,9 Triliun.

Manyala.co — Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyatakan rasio utang pemerintah terhadap PDB hingga akhir 2025 tercatat 40,46 persen. Angka tersebut diperoleh berdasarkan publikasi resmi DJPPR per 31 Desember 2025.

Total utang pemerintah mencapai Rp9.637,90 triliun pada akhir tahun lalu. Pemerintah menyebut rasio tersebut masih berada dalam batas aman dan terkendali sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dari sisi komposisi, Surat Berharga Negara (SBN) mendominasi struktur utang dengan nilai Rp8.387,23 triliun atau 87,02 persen dari total utang. Sementara itu, pinjaman baik dalam negeri maupun luar negeri tercatat sebesar Rp1.250,67 triliun atau sekitar 12,98 persen dari total kewajiban.

DJPPR menyatakan pengelolaan utang dilakukan secara hati-hati dan terukur guna menjaga kesinambungan fiskal. Strategi tersebut diarahkan untuk membentuk portofolio utang yang optimal serta mendukung pengembangan dan pendalaman pasar keuangan domestik.

“Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik,” tulis DJPPR dalam keterangannya.

JK Usul BBM Naik, Waka Banggar DPR: Kenaikan Justru Buat Daya Beli Masyarakat Turun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan posisi utang pemerintah dan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan undang-undang. Ia menjelaskan batas maksimal rasio utang terhadap PDB adalah 60 persen, sementara defisit anggaran dibatasi maksimal 3 persen dari PDB.

Menurutnya, capaian rasio utang sebesar sekitar 40 persen masih sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Keuangan Negara serta standar fiskal internasional. “Jadi by the strictest international fiscal standard, kita masih oke. Kenapa Anda ribut? Saya itu yang enggak ngerti,” ujarnya.

Berdasarkan kerangka fiskal Indonesia, batas rasio utang 60 persen dan defisit 3 persen merupakan rambu hukum untuk menjaga disiplin anggaran dan kredibilitas kebijakan fiskal. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mengandalkan penerbitan SBN sebagai instrumen utama pembiayaan defisit, sekaligus untuk memperdalam pasar obligasi domestik.

Dominasi SBN dalam struktur utang menunjukkan ketergantungan yang lebih besar pada pembiayaan berbasis pasar dibandingkan pinjaman bilateral atau multilateral. Kebijakan ini dinilai memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan tenor dan struktur biaya, meski tetap dipengaruhi kondisi pasar keuangan global dan suku bunga.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada rincian tambahan mengenai perbandingan posisi utang dengan tahun sebelumnya maupun proyeksi rasio utang untuk 2026. Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga kesinambungan fiskal di tengah dinamika ekonomi global yang masih berfluktuasi.

Kawendra Tekankan Perlindungan Petani Lewat Kebijakan Impor

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Avtur Naik 30 Persen, Pemerintah Pastikan Biaya Haji 2026 Tak Dibebankan ke Jamaah

02

DPR Apresiasi Vonis Bebas Amsal, Kritik Kejari Karo

03

Lewat Jalur SNBP 2026, Institut Teknologi BJ Habibie Loloskan 409 Calon Mahasiswa Baru

04

Ketua IKATSI Unhas, Andi Subhan Mustari Hadiri Pelepasan Alumni Fakultas Teknik Unhas Periode April 2026

05

Bimantoro Kritik Profesionalitas Kejari Karo dalam Kasus Sitepu

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom

× Advertisement
× Advertisement