APBN Dialokasikan Bayar Utang Whoosh Rp1,2 Triliun

APBN
Mensesneg saat diwawancarai wartawan saat hadir konferensi pers terkait stimulus Ramadan dan Idul Fitri di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. (Dok. SETNEG).

Manyala.co – Pemerintah menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan digunakan untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun, menyusul komitmen Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi membenarkan penggunaan APBN tersebut. “Iya (pakai APBN),” ujarnya usai konferensi pers stimulus Ramadan Idul Fitri di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa.

Menurut Prasetyo, teknis pelunasan utang masih dalam tahap finalisasi. Proses negosiasi dan pembicaraan teknis dipimpin oleh Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani. “Kemarin laporan terakhir, rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi. Dan sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyatakan persoalan pelunasan utang telah memperoleh komitmen dari Presiden. “Sudah, sudah beres kan, waktu itu Presiden sudah bilang. Sudah beres, sudah beres,” kata Bobby di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (9/2). Ia menambahkan tata laksana pembayaran masih dirumuskan bersama pemerintah.

Total utang proyek kereta cepat tersebut mencapai Rp120,38 triliun. Sekitar 75 persen pembiayaan berasal dari pinjaman China Development Bank dengan tingkat bunga 2 persen per tahun. Skema pinjaman ini menjadi komponen utama struktur pendanaan proyek.

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Whoosh mencapai 7,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS), lebih tinggi dari target awal sebesar 6 miliar dolar AS. Dengan demikian, terjadi pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp20,05 triliun menggunakan asumsi kurs Rp16.707,5 per dolar AS.

Pembayaran cost overrun disepakati dengan komposisi 60 persen ditanggung konsorsium Indonesia dan 40 persen oleh konsorsium China. Porsi 60 persen setara 720 juta dolar AS, sedangkan 40 persen sekitar 480 juta dolar AS.

Konsorsium Indonesia diwakili oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang memegang 60 persen saham proyek. PSBI terdiri atas sejumlah badan usaha milik negara, yakni KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero). Dalam struktur tersebut, KAI menjadi pemegang saham mayoritas.

Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung merupakan proyek infrastruktur strategis nasional yang mulai beroperasi komersial pada 2023. Pemerintah sebelumnya menyatakan proyek ini diharapkan meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di koridor Jakarta–Bandung.

Namun, pembengkakan biaya dan skema pembiayaan proyek sempat menjadi sorotan publik dan parlemen. Hingga Selasa sore, pemerintah belum merinci mekanisme teknis pembayaran utang melalui APBN, termasuk pos anggaran yang akan digunakan serta dampaknya terhadap defisit fiskal tahun berjalan.

Wali Kota Makassar Sampaikan Aspirasi Pembangunan Makassar ke Komisi VII DPR RI

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wabup Enrekang Serahkan Bingkisan kepada Veteran pada HUT ke-81 TNI

02

Dikbud Enrekang Raih Juara 1 Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI Tingkat OPD

03

Kejari dan Pemkab Enrekang Mulai Revitalisasi Sarana Pendidikan, Anggaran TK Pembina Rp1,34 Miliar

04

Wabup Enrekang Dorong Pemerataan Listrik, 9 Titik Lisdes Siap Dikembangkan

05

Bupati Enrekang Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pentingnya Persatuan Bangsa

06

Pemkab Enrekang Buka Seleksi Direktur Perumda Tirta Massenrempulu Periode 2026–2031

07

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement