Iran Bantah Kondisi Khamenei Bermasalah Usai Klaim AS

Iran
Iran Bantah Kondisi Khamenei Bermasalah Usai Klaim AS.

Manyala.co – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memastikan bahwa kondisi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei tetap stabil dan tidak mengganggu jalannya pemerintahan, meskipun sebelumnya pejabat Amerika Serikat menyebut ia mengalami luka serius.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam wawancara dengan program MS NOW pada Sabtu (14/3), sebagai respons terhadap klaim Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth yang menyatakan bahwa Khamenei mengalami luka berat dan kemungkinan cacat akibat serangan.

“Tidak ada masalah dengan pemimpin tertinggi yang baru. Dia mengirimkan pesannya kemarin, dan dia akan menjalankan tugasnya,” kata Araghchi.

Pemerintah Iran mengakui bahwa Mojtaba Khamenei sempat mengalami luka, namun hingga kini tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai tingkat keparahan maupun kondisi medis terkini. Pernyataan resmi tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan informasi antara Teheran dan Washington terkait perkembangan konflik.

Mojtaba Khamenei, 56 tahun, naik menjadi Pemimpin Tertinggi Iran setelah kematian ayahnya, Ali Khamenei, dalam serangan udara pada fase awal konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Serangan tersebut juga dilaporkan menewaskan sejumlah anggota keluarga dekat lainnya.

Menlu Sugiono Buka Sidang PBB dengan Salam Lintas Agama, Tegaskan Ketahanan Nasional dan Dukungan untuk Palestina

Sejak penunjukan tersebut, Mojtaba belum tampil secara langsung di hadapan publik. Namun, pada Kamis (12/3), ia merilis pernyataan tertulis yang mengonfirmasi kematian beberapa anggota keluarganya, termasuk istrinya, saudara perempuan, serta kerabat dekat lainnya.

Dalam pernyataan yang sama, Mojtaba menyatakan komitmennya untuk membalas serangan yang terjadi sejak awal konflik. Ia juga menegaskan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk memberikan tekanan terhadap stabilitas kawasan, termasuk melalui pengaruh terhadap pasokan minyak global dan jaringan proksi di wilayah Timur Tengah.

Di sisi lain, klaim dari pejabat Amerika Serikat mengenai kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei dinilai sebagai bagian dari narasi politik domestik. Profesor di Doha Institute for Graduate Studies, Mohamad Elmasry, menyebut pernyataan tersebut bertujuan membangun persepsi keberhasilan di dalam negeri Amerika Serikat.

“Hegseth jelas mencoba memproyeksikan rasa percaya diri dan kesuksesan untuk meyakinkan warga Amerika,” kata Elmasry.

Menurutnya, pernyataan tersebut muncul di tengah menurunnya dukungan publik Amerika terhadap konflik dengan Iran. Ia menambahkan bahwa meningkatnya harga energi serta jatuhnya korban dari pihak militer Amerika turut memengaruhi persepsi publik terhadap perang.

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia, Prabowo Tegaskan Kemitraan Strategis

“Perang ini sangat tidak populer. Masyarakat melihat harga bahan bakar naik, dan kini tentara AS mulai tewas,” ujarnya.

Situasi ini mencerminkan ketegangan yang tidak hanya terjadi di medan konflik, tetapi juga dalam perang informasi antara pihak-pihak yang terlibat. Hingga saat ini, belum ada verifikasi independen mengenai kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa kepemimpinan negara tetap berjalan normal. Namun, perkembangan lebih lanjut terkait kondisi pemimpin tersebut masih bergantung pada pernyataan resmi berikutnya dari otoritas Iran.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

02

Wali Kota Makassar Sampaikan Aspirasi Pembangunan Makassar ke Komisi VII DPR RI

03

Wali Kota Makassar Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026

04

Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, RSUD Daya Siapkan 24 Layanan Kompetensi

05

Pemkab Enrekang Siapkan Asuransi Gagal Panen untuk 1.500 Hektare Padi dan Jagung

06

DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Dasco: Aspirasi Buruh Ditunaikan

07

Krisis Air Bersih Enrekang, Pemkab Kerahkan OPD Salurkan Air ke Warga

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement