Manyala – Forum Anak Kabupaten Enrekang menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Festival Anak Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026. Dalam kegiatan yang diikuti perwakilan Forum Anak dan Duta Anak dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel tersebut, Kabupaten Enrekang berhasil meraih Sertifikat Kategori “Inisiator” untuk Forum Anak dan Duta Anak Sulawesi Selatan.
Sertifikat penghargaan itu diterima langsung oleh Ketua Forum Anak Kabupaten Enrekang, Mutmainnah, bersama Duta Anak Sulawesi Selatan asal Kabupaten Enrekang, Achmad Rivaldy Akbar.
Selain menerima penghargaan, sejumlah pengurus Forum Anak Kabupaten Enrekang juga direkomendasikan menjadi Pengurus Forum Anak Sulawesi Selatan.
Mereka adalah Mutmainnah dan Aina Khairatul Nisa dari SMAN 2 Enrekang. Kemudian Rabiatul Adewiya, Nur Asmi Ramadani, dan Nur Nabilah dari SMAN 2 Enrekang, Nur Aqila dari SMAS Muhammadiyah Kalosi, serta Andi Audia Annisa dari SMPN 1 Maiwa.
Sementara itu, peserta Duta Anak Kabupaten Enrekang yang mengikuti Festival Anak Sulsel 2026 merupakan hasil seleksi tingkat kabupaten.
Mereka terdiri atas Aina Khairatul Nisa (SMAN 2 Enrekang), Rachel Faizah Maha Dewi (SMAN 5 Enrekang), Achmad Rivaldy Akbar (SMAN 2 Enrekang), dan Akram (SMAN 3 Enrekang).
Festival Anak Sulawesi Selatan 2026 berlangsung pada 11–13 Juli 2026 di Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Makassar.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Enrekang, Dr. Ir. Sulviah, ST., MM, Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Sumardin, SE., M.AP, serta para pendamping lainnya.
Kepala Dinas P3A Kabupaten Enrekang, Dr. Ir. Sulviah, ST., MM, mengatakan Kabupaten Enrekang mengirimkan perwakilan Forum Anak dan Duta Anak berdasarkan hasil pemilihan Duta Anak tingkat kabupaten.
Ia menyebut penghargaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui DP3A DALDUK KB dan ditandatangani Kepala Dinas Hj. Nursidah, S.ST., MM merupakan apresiasi yang patut disyukuri.
“Kami bersyukur atas penghargaan ini, sepanjang adanya Festival Anak Sulsel baru kali ini Kabupaten Enrekang meraih penghargaan. Penghargaan ini tentu berkat dukungan pimpinan dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Enrekang, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Enrekang selaku Bunda Forum Anak serta stakeholders yang terlibat,” kata Sulviah.
Sulviah berharap kolaborasi dan kerja sama lintas sektor terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Menurutnya, pemenuhan kepentingan terbaik bagi anak membutuhkan dukungan seluruh pihak.
“Alhamdulillah selama ini telah kami bekerja sama dengan beberapa lembaga dalam bentuk Nota Kesepakatan/MoU yang intinya agar pemenuhan kepentingan terbaik anak di Kabupaten Enrekang dapat terwujud,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari sembilan kepentingan terbaik bagi anak berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, terdapat dua poin yang berkaitan dengan kegiatan Festival Anak.
“Pertama terkait hak hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan. Kedua, hak bermain, beristirahat, berkreasi dan mengembangkan bakat serta minat,” urainya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Dinas P3A Kabupaten Enrekang, Sumardin, SE., M.AP, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil proses panjang dan kerja keras anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Kabupaten Enrekang.
Menurutnya, Dinas P3A hadir untuk membimbing, mengarahkan, dan memberikan dukungan agar setiap kegiatan Forum Anak berjalan maksimal dan berkualitas.
“Hasil ini tidak sim salabim, tetapi ada proses dan pentahapan yang mesti dilalui sehingga sampai pada penghargaan yang didapatkan,” ujar Sumardin.
Ia menilai ke depan perlu dibentuk jejaring kelembagaan Forum Anak hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan di Kabupaten Enrekang.
Semakin banyak anak yang terlibat dalam Forum Anak, kata dia, semakin besar dampak positif yang akan dirasakan.
Forum Anak dapat menjadi wadah untuk menyalurkan bakat dan minat sekaligus membantu mengurangi perilaku menyimpang seperti bullying, kecanduan gawai, kekerasan terhadap anak, hingga berbagai penyimpangan sosial lainnya.
Menurut Sumardin, keterlibatan anak dalam Forum Anak juga melatih responsivitas sosial sejak dini melalui keterlibatan mereka dalam berbagai persoalan yang dihadapi anak.
“Peran anak sebagai pelapor dan pelopor dapat mereka wujud nyatakan dalam kehidupan sosial mereka, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun sosial masyarakat. Tentunya kita berharap Kabupaten Enrekang sebagai Kabupaten Layak Anak menjadi sasaran tuju kita, InsyaAllah,” pungkasnya.
Sumber: inetnews

































