Ancaman Perang Baru di Timur Tengah, Houthi Ultimatum Arab Saudi dan Siap Tutup Selat Bab al-Mandeb

Foto: (via REUTERS/AL MASIRAH)
Foto: (via REUTERS/AL MASIRAH)

Manyala – Kekhawatiran terhadap pecahnya perang baru di kawasan Timur Tengah kembali menguat seiring meningkatnya eskalasi konflik antara kelompok Houthi di Yaman dan pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Kelompok Houthi melontarkan ancaman baru terhadap Arab Saudi menyusul serangan yang menghantam Bandara Internasional Sanaa. Dilaporkan Al Jazeera, Houthi memperingatkan akan mengepung Arab Saudi dan tidak menutup kemungkinan menutup Selat Bab al-Mandeb, salah satu jalur pelayaran minyak paling vital di dunia.

Ancaman tersebut disampaikan anggota biro politik Houthi, Mohammed al-Bukhaiti. Ia menegaskan kelompoknya akan membalas setiap serangan yang mereka yakini berasal dari Arab Saudi.

“Keputusan mereka menyerang Bandara Sanaa untuk mencegah penerbangan datang dan pergi memberi Yaman hak untuk menyerang bandara-bandara mereka dan memberlakukan pengepungan seperti yang mereka lakukan kepada kami,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, menyatakan serangan terhadap Bandara Sanaa telah mengakhiri fase deeskalasi perang Yaman yang berlangsung sejak gencatan senjata pada 2022.

Bahaya AI Kian Nyata, Ribuan Pegawai Google, Microsoft dan OpenAI Surati DPR AS

Serangan terhadap Bandara Sanaa terjadi pada Senin. Houthi menuduh Arab Saudi berada di balik serangan tersebut. Namun, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengklaim bertanggung jawab atas operasi tersebut.

Pemerintah Yaman menyatakan serangan dilakukan untuk mencegah pesawat Iran mendarat di Bandara Sanaa, wilayah yang dikuasai Houthi. Pesawat itu disebut membawa delegasi Houthi yang baru kembali dari Teheran usai menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Houthi meluncurkan rudal balistik ke Bandara Internasional Abha di Arab Saudi pada Selasa. Koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim seluruh rudal tersebut berhasil dicegat.

Selat Bab al-Mandeb Terancam Ditutup

Ketegangan terbaru juga memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan Selat Bab al-Mandeb, pintu masuk selatan Laut Merah yang menjadi salah satu jalur perdagangan paling strategis di dunia.

Saat ditanya mengenai kemungkinan penutupan selat tersebut, Mohammed al-Bukhaiti menegaskan seluruh opsi masih terbuka.

Blokade Houthi Mengancam Jalur Minyak Dunia, Kapal Arab Saudi Terpaksa Putar Afrika

“Bab al-Mandeb adalah aset strategis yang dimiliki Yaman,” tegasnya.

“Kami akan menggunakan kartu ini terhadap negara-negara yang melakukan agresi terhadap kami,” ujarnya.

Menurut Houthi, jalur pelayaran tersebut hanya akan dijadikan alat tekanan terhadap negara-negara yang dianggap terlibat dalam aksi militer terhadap Yaman. Jika ancaman itu direalisasikan, dampaknya diperkirakan akan meluas hingga pasar energi dunia.

Selat Bab al-Mandeb merupakan salah satu jalur utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk menuju Eropa melalui Laut Merah dan Terusan Suez. Kekhawatiran semakin meningkat karena ancaman terhadap jalur strategis tersebut muncul bersamaan dengan memanasnya situasi di Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi pusat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Apabila dua jalur pelayaran strategis tersebut terganggu secara bersamaan, distribusi minyak global berpotensi mengalami hambatan besar yang dapat mendorong kenaikan harga energi serta mengganggu rantai pasok perdagangan internasional.

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Sebelumnya, Houthi juga pernah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang diklaim memiliki hubungan dengan Israel dan Amerika Serikat di kawasan Laut Merah.

Sumber: CNBC

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

02

60 Alumni Teknik Sipil Unhas Antusias Hadiri Site Visit Project WIKA Beton

03

Tim PKM PNUP Gelar Kegiatan Penerapan Teknologi di Kabupaten Sidrap

04

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

05

Menag Nasaruddin Umar Buka Secara Resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Qur’an

06

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

07

LA TINRO LA TUNRUNG Dorong Terobosan Besar Pemberantasan Korupsi dalam Rapat Pemantauan UU Tipikor

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Kolom

× Advertisement
× Advertisement