AS Akui Kesalahan Taktis Terkait Ancaman Drone Iran

AS
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth saat berbicara mengenai perang AS-Israel vs Iran.(YOUTUBE/KEMENTERIAN PERTAHANAN AS).

Manyala.co โ€“ Pemerintah Amerika Serikat mengakui adanya kesalahan taktis sebelum pecahnya konflik dengan Iran setelah tidak menindaklanjuti tawaran teknologi pertahanan dari Ukraina untuk menghadapi drone serang murah jenis Shahed.

Pengakuan tersebut disampaikan seorang pejabat Amerika kepada media setelah meningkatnya serangan drone Iran terhadap pasukan dan fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah. Teknologi yang ditawarkan Ukraina sebelumnya diyakini dapat membantu menanggulangi ancaman tersebut dengan biaya lebih rendah dibandingkan sistem pertahanan udara konvensional.

Menurut laporan Axios, pejabat Ukraina pada pertengahan 2025 telah menawarkan sistem drone pencegat kepada pemerintahan Presiden Donald Trump. Tawaran tersebut disampaikan dalam pertemuan tertutup di Gedung Putih pada 18 Agustus.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mempresentasikan teknologi drone pencegat yang dirancang untuk menghentikan drone serang murah seperti yang digunakan oleh Iran dan Rusia. Presentasi tersebut dilaporkan mencakup materi visual yang menjelaskan potensi ancaman drone Iran terhadap instalasi militer Amerika di Timur Tengah apabila konflik terbuka terjadi.

Laporan tersebut menyebut Trump sempat meminta timnya mempelajari tawaran tersebut. Namun dalam beberapa bulan berikutnya, proposal tersebut tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah Amerika.

Rusia Kirim 13 Ton Bantuan Obat ke Iran

Sejumlah pejabat di dalam pemerintahan saat itu disebut meragukan urgensi tawaran Ukraina dan menilai Zelensky hanya berupaya menarik perhatian Washington. Pandangan tersebut kemudian berubah setelah meningkatnya penggunaan drone Shahed oleh Iran dalam konflik terbaru.

โ€œJika ada kesalahan taktis atau kekeliruan yang kami buat menjelang perang dengan Iran, inilah kesalahan itu,โ€ kata seorang pejabat Amerika kepada Axios.

Drone Shahed buatan Iran dikenal sebagai sistem serangan berbiaya rendah yang mampu diluncurkan dalam jumlah besar. Dalam beberapa serangan terbaru di Timur Tengah, drone tersebut dilaporkan menargetkan pangkalan militer Amerika dan sekutunya.

Para pejabat militer Amerika juga telah memberi pengarahan kepada anggota parlemen mengenai tantangan yang ditimbulkan oleh drone tersebut. Dalam pengarahan tersebut disebutkan bahwa sistem pertahanan udara Amerika tidak selalu mampu mencegat seluruh drone yang diluncurkan secara bersamaan.

Sumber militer menyatakan bahwa teknologi anti-drone Ukraina dapat menjadi solusi yang lebih murah dibandingkan penggunaan sistem pertahanan udara konvensional yang bernilai jutaan dolar per unit.

Netanyahu Ancam Pemimpin Tertinggi Iran di Tengah Eskalasi Konflik

Presiden Zelensky menyatakan negaranya kini telah mengirim drone pencegat dan tenaga ahli untuk membantu melindungi pangkalan militer Amerika di Yordania. Pada saat yang sama, Ukraina juga meminta negara-negara sekutu meningkatkan pasokan sistem rudal pertahanan udara Patriot missile system buatan Amerika.

Namun klaim mengenai kesalahan taktis tersebut dibantah oleh Gedung Putih. Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan serangan balasan Iran justru telah menurun secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

โ€œSerangan balasan Iran telah turun 90 persen karena kemampuan rudal balistik mereka sedang dihancurkan secara total,โ€ kata Kelly kepada media Inggris The Independent.

Kelly juga menolak kritik yang disampaikan oleh sumber anonim yang menyebut pemerintah Amerika melakukan kesalahan strategis sebelum perang.

Ia menambahkan bahwa Menteri Pertahanan Amerika Pete Hegseth bersama militer telah mempersiapkan berbagai kemungkinan respons dari Iran sebelum operasi militer dilakukan.

Trump Sinyalkan Operasi Militer AS terhadap Iran Segera Berakhir

Menurut Kelly, keberhasilan operasi militer Amerika dalam operasi bernama Operation Epic Fury menunjukkan bahwa perencanaan tersebut berjalan efektif.

Di tengah meningkatnya ancaman drone murah, militer Amerika kini mulai mengembangkan sistem serupa untuk menandingi taktik Iran. Salah satu proyek yang sedang dikembangkan adalah drone murah bernama Lucas drone yang dirancang untuk meniru konsep drone Shahed dengan biaya produksi rendah.

Selain pengembangan militer, sektor swasta juga mulai terlibat dalam inovasi teknologi drone tersebut. Laporan media menyebut putra-putra Trump, yakni Eric Trump dan Donald Trump Jr., mendukung perusahaan drone berbasis di Florida yang berpotensi memasok teknologi tersebut kepada militer Amerika.

Meski menghadapi tantangan dari drone Iran, pemerintah Amerika menyatakan kemampuan militer Iran telah melemah secara signifikan dalam konflik yang sedang berlangsung. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai jadwal atau mekanisme penghentian konflik tersebut.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer ASโ€“Israel di Teheran

02

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

03

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

04

Libur Lebaran 2026: Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjang Hingga Sepekan

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom