Manyala.co – Amerika Serikat diduga secara tidak resmi mengumpulkan informasi mengenai instalasi, pelabuhan, dan pangkalan udara militer di Greenland, berdasarkan laporan media Denmark yang mengutip dokumen internal Kementerian Pertahanan Denmark. (9/01/2026)
Laporan harian Denmark Berlingske pada Minggu menyebutkan bahwa pejabat pertahanan Denmark menemukan upaya Amerika Serikat tahun lalu untuk memperoleh data strategis terkait infrastruktur militer Greenland tanpa prosedur resmi dan tanpa pemberitahuan kepada pemerintah Denmark. Informasi tersebut mencakup fasilitas pelabuhan, instalasi militer, serta pangkalan udara di wilayah tersebut.
Menurut dokumen yang dilihat Berlingske, langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan otoritas Denmark karena dilakukan di luar jalur diplomatik formal. Kementerian Pertahanan Denmark segera diberi laporan terkait aktivitas itu mengingat posisi strategis Greenland dalam peta keamanan kawasan Arktik.
Greenland merupakan wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark dan terletak di jalur strategis antara Amerika Utara dan Eropa. Kawasan ini dinilai memiliki nilai penting bagi kepentingan pertahanan global, khususnya dalam konteks peningkatan aktivitas militer di kawasan Arktik. Selain letaknya yang strategis, Greenland juga memiliki cadangan sumber daya alam yang signifikan, termasuk mineral tanah jarang.
Amerika Serikat selama beberapa tahun terakhir meningkatkan perhatian terhadap kawasan Arktik dengan alasan keamanan regional. Washington menyatakan keprihatinan atas meningkatnya kehadiran Rusia dan China di wilayah tersebut, termasuk aktivitas militer dan ekonomi yang dinilai dapat memengaruhi keseimbangan strategis global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya berulang kali menyampaikan pandangan bahwa Greenland memiliki kepentingan strategis bagi keamanan nasional AS. Ia menegaskan bahwa penguasaan atau kendali atas wilayah tersebut diperlukan untuk mencegah pengaruh Rusia dan China yang lebih besar di kawasan Arktik.
Namun, pemerintah Denmark dan otoritas Greenland secara konsisten menolak gagasan penyerahan atau penjualan wilayah tersebut. Kedua pihak menegaskan bahwa Greenland merupakan bagian sah dari Kerajaan Denmark, dengan status otonomi yang diatur dalam hukum nasional dan internasional.
Denmark juga menekankan bahwa setiap kerja sama pertahanan di Greenland harus dilakukan secara transparan dan melalui mekanisme resmi yang disepakati bersama. Hingga Minggu malam, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait laporan tersebut, termasuk klarifikasi mengenai metode pengumpulan informasi yang disebutkan oleh media Denmark.
Isu Greenland kembali menyoroti meningkatnya persaingan geopolitik di kawasan Arktik, yang semakin terbuka akibat perubahan iklim dan mencairnya es laut. Negara-negara besar dunia kini berlomba memperkuat posisi strategis mereka di wilayah tersebut, baik melalui kehadiran militer, penelitian ilmiah, maupun investasi infrastruktur.
Belum ada konfirmasi independen mengenai sejauh mana informasi yang berhasil dikumpulkan atau dampaknya terhadap hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Denmark hingga laporan ini diturunkan.
































