Makassar, Manyala.co – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca berlaku Senin hingga Rabu, 1–3 Desember 2025. Peringatan tersebut menyusul hujan berintensitas tinggi yang melanda Makassar pada Sabtu, 29 November 2025, dan menyebabkan gangguan di beberapa wilayah.
Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di sejumlah lokasi, termasuk di kompleks Kantor Gubernur Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang. Sebanyak empat mobil yang terparkir di sisi kanan halaman kantor mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon. Sementara itu, satu pohon lain dilaporkan tumbang di Jalan Letjen Hertasning dan menimpa jaringan kabel yang melintas di kawasan tersebut.
BMKG mencatat potensi hujan sedang hingga lebat pada Senin (1/12) di Kabupaten Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja, Toraja Utara, Sidrap, Pinrang, dan Wajo. Pada hari berikutnya, Selasa (2/12), cakupan wilayah terdampak meluas menjadi 19 daerah. Status waspada diberlakukan di Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Wajo, Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Sinjai, Bulukumba, dan Selayar.
Untuk Rabu (3/12), hujan diprediksi masih berlangsung dengan intensitas serupa di wilayah Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wajo. Beberapa daerah pesisir dan perkotaan, seperti Makassar, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Gowa, Takalar, dan Selayar, tetap berada pada status waspada.
“Makassar masih berpotensi hujan selama beberapa hari ke depan,” ujar Forecaster BMKG, Nur Asia Utami, saat menjelaskan kondisi cuaca pada Sabtu (29/11). Ia menambahkan bahwa angin kencang juga berpeluang terjadi terutama di wilayah sisi barat dan selatan Sulawesi Selatan. BMKG menetapkan status peringatan dini angin kencang sepanjang periode tiga hari tersebut.
Insiden pohon tumbang di Kantor Gubernur Sulsel mendorong pemerintah provinsi melakukan evaluasi terhadap kondisi pepohonan di area perkantoran. Risiko pohon tumbang dipandang meningkat seiring kondisi cuaca ekstrem.
Pelaksana Tugas Kepala Biro Umum Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Ihsan, mengatakan pihaknya akan melakukan inspeksi terhadap pepohonan di lingkungan kantor pada awal pekan. “Hari Senin mungkin akan dicek. Pohon-pohon yang membahayakan itu akan kami tebang,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pohon tua atau yang berpotensi roboh akan menjadi prioritas dalam upaya mitigasi risiko.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk memperhatikan perkembangan informasi cuaca terkini. Hingga Minggu malam, belum ada laporan korban jiwa terkait kejadian pohon tumbang di Makassar.
































