Harapan Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah tim nasional menelan kekalahan 0–1 dari Irak pada laga Grup B putaran keempat Kualifikasi Zona Asia di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Sabtu (11/10/2025) malam waktu setempat.
Gol tunggal Irak dicetak pemain muda Zidane Iqbal pada menit ke-75. Meski Indonesia sempat unggul jumlah pemain setelah bek Irak, Zaid Tahseen, diganjar kartu merah, skuad Garuda gagal memanfaatkan keunggulan tersebut hingga laga usai.
Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Indonesia di putaran keempat, setelah sebelumnya kalah 2–3 dari Arab Saudi. Dua hasil negatif tersebut menempatkan Indonesia di posisi terbawah klasemen Grup B dengan nol poin dari dua pertandingan.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan permohonan maaf dan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung perjuangan tim nasional. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Erick menyebut pencapaian Indonesia menembus putaran keempat kualifikasi adalah yang terbaik sepanjang sejarah sepak bola nasional.
“Terima kasih kepada suporter, pemain, dan ofisial atas perjuangan untuk bisa sampai Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertama kali dalam sejarah, Indonesia bisa sampai di titik sejauh ini,” tulis Erick. “Kami memohon maaf mimpi masuk ke Piala Dunia belum bisa kami wujudkan.”
Ia menambahkan, hasil ini diharapkan menjadi pelajaran bagi pengembangan sepak bola nasional agar ke depan Indonesia bisa lebih kompetitif di level internasional.
Kekecewaan juga disampaikan oleh kapten tim nasional, Jay Idzes, yang menilai kekalahan itu disebabkan kegagalan tim dalam memanfaatkan peluang. Dalam wawancara seusai laga, Idzes mengaku tim sudah tampil baik namun kurang efektif di depan gawang.
“Kami memiliki sejumlah peluang. Saya pikir kami bermain baik secara keseluruhan, namun kami tak berhasil mencetak gol,” kata Idzes. Ia juga menyoroti keputusan wasit asal China, Ma Ning, yang memberikan enam kartu kuning kepada pemain Indonesia.
“Sulit karena saya selalu mencoba bersikap hormat kepada wasit dan organisasi, tetapi situasinya membuat frustrasi,” tambahnya.
Laga melawan Irak menjadi penentu perjalanan Indonesia di kualifikasi, setelah sebelumnya tampil impresif di putaran ketiga dengan menyingkirkan Vietnam dan Kuwait. Namun, kekuatan tim-tim besar Asia seperti Jepang, Arab Saudi, dan Irak menjadi tantangan berat bagi skuad Garuda yang masih berproses di tingkat elite.
Secara statistik, Indonesia hanya mampu menciptakan dua tembakan tepat sasaran dari total tujuh percobaan, berbanding dengan Irak yang melepaskan sembilan tembakan, tiga di antaranya mengarah ke gawang. Penguasaan bola Indonesia juga hanya mencapai 42 persen sepanjang laga.
Meski gagal melangkah lebih jauh, capaian tim nasional kali ini tetap mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya, Indonesia berhasil mencapai putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia sejak sistem kualifikasi modern diberlakukan FIFA pada 2002.






























