Manyala.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan kesiapan untuk memulai proyek Giant Sea Wall sebagai bagian dari proyek strategis nasional untuk mitigasi banjir rob. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut groundbreaking proyek ditargetkan berlangsung pada September 2026, meski detail teknis dan tahapan pelaksanaan masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat.
Awalnya, Jakarta mendapatkan porsi pembangunan sepanjang 12 kilometer, namun penugasan resmi kini bertambah menjadi 19 kilometer setelah ada tambahan 7 kilometer. “Mau 12 kilometer, mau 19 kilometer, Jakarta akan mengerjakan,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Senin (20/1).
Sementara menunggu dimulainya proyek Giant Sea Wall, Pemprov DKI fokus menyelesaikan pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), terutama tanggul-tanggul di pesisir utara Jakarta. Proyek ini sebelumnya sempat menjadi perhatian publik ketika dikabarkan bahwa kerusakan dapat berdampak hingga kawasan Monas.
Pramono menjelaskan bahwa salah satu fase penting, yaitu ruas Ancol, telah rampung. Saat ini, Pemprov tengah melakukan tahap beautifikasi agar tanggul tidak hanya berfungsi sebagai proteksi, tetapi juga memiliki nilai estetika dan ruang publik. “Saya minta semua yang seperti itu jangan hanya berdiri tembok atau beton saja, tetapi ada tamannya,” ujarnya.
NCICD merupakan bagian dari strategi Jakarta untuk mengatasi risiko banjir yang meningkat akibat perubahan iklim, penurunan muka tanah, dan pasang laut ekstrem. Giant Sea Wall direncanakan sebagai sistem tanggul raksasa di lepas pantai, yang diharapkan dapat menahan rob hingga beberapa meter.
Proyek ini termasuk infrastruktur vital bagi Jakarta, yang memiliki kepadatan penduduk tinggi di pesisir utara dan merupakan salah satu kota dengan risiko banjir rob tertinggi di dunia. Dengan panjang 19 kilometer, Giant Sea Wall akan menjadi salah satu tanggul laut terbesar di Asia Tenggara dan diharapkan selesai dalam beberapa tahap pengerjaan bertahun-tahun, tergantung pada pendanaan dan persetujuan pusat.
Selain mitigasi banjir, proyek ini juga dirancang untuk mendukung pengembangan ruang publik, fasilitas rekreasi, dan penguatan ekosistem pesisir. Pemerintah menekankan koordinasi intensif antara Pemprov DKI, pemerintah pusat, dan lembaga teknis terkait untuk memastikan pelaksanaan proyek sesuai standar keselamatan dan lingkungan.
Belum ada rincian resmi mengenai anggaran total proyek maupun perkiraan waktu penyelesaian, namun pemerintah menekankan Giant Sea Wall sebagai proyek strategis nasional dengan prioritas tinggi untuk mengurangi risiko banjir yang telah menelan kerugian ekonomi signifikan setiap tahunnya.
































