Manyala.co – Suasana upacara kehormatan militer di Batujajar, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu, 10 Agustus 2025, menyisakan momen yang menarik perhatian publik. Dalam acara yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terlihat tidak menyalami Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat berpapasan.
Padahal, Prabowo yang memimpin jalannya acara menyempatkan diri untuk menyalami satu per satu tamu undangan. Namun, Gibran justru langsung menyalami Jaksa Agung ST Burhanuddin, sempat melirik AHY, lalu melanjutkan perbincangan dengan Kepala Staf Angkatan. Raut wajahnya terlihat serius tanpa senyum. AHY sendiri membalas sikap itu dengan tetap berdiri dan tak mengulurkan tangan.
Tidak hanya kepada AHY, Gibran juga terlihat tidak menyalami sejumlah menteri koordinator lainnya, seperti Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Pratikno, dan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Situasi ini pun memunculkan spekulasi publik soal hubungan kurang harmonis antara Gibran dan AHY.
Selama ini, AHY kerap tampil di berbagai acara penting kenegaraan. Ia bahkan beberapa kali mewakili Presiden Prabowo dalam menerima atau mengantar tamu negara. Salah satunya ketika pada 26 Mei 2025, AHY dipercaya mengantar kepulangan Premier Tiongkok Li Qiang di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dalam unggahan media sosialnya, AHY menyebut kunjungan itu sebagai tonggak penting untuk mempererat hubungan strategis Indonesia–Tiongkok.
Tugas diplomatik semacam itu justru jarang terlihat diemban oleh Gibran sejak dilantik sebagai wakil presiden pada 20 Oktober 2024. Hingga kini, ia nyaris belum pernah menerima tamu negara atau mewakili presiden dalam kunjungan luar negeri. Kondisi ini membuat sejumlah pengamat politik menilai peran Gibran di Istana kurang menonjol.
Pengamat politik Rocky Gerung bahkan secara terang-terangan menilai bahwa porsi peran wakil presiden banyak diambil alih oleh AHY. “Dalam beberapa waktu lalu kita lihat Pak Agus Harimurti yang mewakili negara dalam seremoni menjemput dan mengantar kepala negara Perancis dan Premier China,” ujarnya dalam sebuah podcast. Rocky mempertanyakan alasan prosedural kenegaraan yang seharusnya memberi porsi itu kepada wakil presiden.
Menariknya, Presiden Prabowo sendiri pernah menyebut secara terbuka bahwa Gibran dan AHY berpotensi menjadi rival pada Pemilihan Presiden mendatang. Momen itu terjadi saat Kongres VI Partai Demokrat di Jakarta pada 25 Februari 2025, ketika keduanya duduk berdampingan. “Sekarang duduk berdampingan, nanti bisa bersaing ini dua orang ini,” kata Prabowo.
AHY, putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sejak 21 Oktober 2024. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Di dunia politik, AHY memimpin Partai Demokrat sejak 2020.
Sementara itu, Gibran Rakabuming Raka, lahir pada 1 Oktober 1987, adalah wakil presiden termuda dalam sejarah Indonesia. Sebelum mendampingi Prabowo, ia menjabat sebagai Wali Kota Surakarta pada 2021–2024. Popularitasnya sebagai kepala daerah cukup tinggi, bahkan sempat dinobatkan sebagai wali kota paling populer tahun 2021 versi Indikator Indonesia.
Meski memiliki latar belakang berbeda, keduanya kini berada dalam lingkaran terdekat Presiden Prabowo. Namun, pemandangan dinginnya interaksi di Batujajar kembali memunculkan tanda tanya: apakah ini sekadar momen spontan, atau pertanda dinamika politik yang lebih dalam di lingkar kekuasaan?
































