Manyala.co – Pemerintah Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional dapat melesat di atas 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal IV-2025, seiring percepatan realisasi stimulus fiskal dan penyaluran anggaran ke kelompok masyarakat berpendapatan rendah.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, menyatakan optimisme itu pada acara Evening Up CNBC Indonesia, Rabu (5/11/2025). Ia menegaskan bahwa kebijakan yang dikoordinasikan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan memperkuat momentum ekonomi nasional menjelang akhir tahun.
“Kita prediksi akan sekitar di atas 5,5 persen,” ujar Febrio. Menurutnya, kinerja ekonomi yang solid pada kuartal sebelumnya akan berlanjut, ditopang peningkatan konsumsi rumah tangga dan realisasi stimulus sosial.
Salah satu kebijakan utama adalah pemberian bantuan tunai langsung kepada kelompok 40 persen masyarakat berpendapatan terbawah. Pemerintah akan menyalurkan Rp900 ribu kepada sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) mulai November 2025.
“Kuartal ke-4 kita ingin dorong, tadi dengan memberikan stimulus dengan arahan Pak Presiden memberikan stimulus langsung ke empat desil terbawah,” ujar Febrio. Ia menambahkan, kebijakan ini diharapkan mampu mengerek daya beli masyarakat dan mempercepat laju konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi penyumbang utama produk domestik bruto (PDB).
Selain itu, efek pemindahan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Bank Indonesia ke bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) juga diyakini akan memperkuat likuiditas perbankan. Dengan dana tambahan tersebut, bank diharapkan dapat memperluas penyaluran kredit kepada sektor produktif.
Febrio menjelaskan, kebijakan yang mulai berlaku sejak 12 September 2025 telah menunjukkan dampak nyata hanya dalam dua minggu pertama. “Bunga di perbankan turun, kredit juga tumbuh mulai positif,” ujarnya. Penurunan suku bunga diharapkan mendorong investasi, terutama di sektor manufaktur dan jasa, yang sebelumnya sempat melambat akibat ketatnya likuiditas.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Rabu (5/11/2025), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 tetap solid, dengan ekspansi positif di hampir semua sektor industri, kecuali pertambangan yang mencatat perlambatan.
Kementerian Keuangan memperkirakan, akselerasi penyaluran anggaran dan penurunan suku bunga akan memperkuat kinerja perekonomian hingga akhir tahun. Optimisme juga didukung oleh inflasi yang terkendali dan ekspor yang mulai pulih seiring perbaikan harga komoditas global.
“Kita harapkan nanti di bulan November, Desember, Oktober ini juga mulai akan kelihatan dampak lagi positif,” kata Febrio. Ia menambahkan, hasil yang dicapai pada kuartal III menjadi dasar keyakinan untuk menatap kuartal IV dengan lebih optimistis.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 dapat berkisar 5,2 hingga 5,5 persen, lebih tinggi dari capaian 5,04 persen pada 2024. Jika proyeksi itu tercapai, Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan kinerja ekonomi terbaik di antara anggota G20, menyalip sejumlah negara besar seperti China dan Jepang.
































