Makassar, Manyala.co – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan mengikuti Kick Off dan Orientasi Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan Batch III secara nasional melalui konferensi daring pada Selasa, sebagai bagian dari pelaksanaan program magang nasional 2025.
Kegiatan tersebut diikuti dari Ruang Rapat Hamid Awaluddin, Kanwil Kemenkum Sulsel, pada Selasa (16/12/2025). Program ini diselenggarakan secara nasional oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan diikuti oleh berbagai instansi pusat dan daerah.
Dari Kanwil Kemenkum Sulsel, kegiatan dihadiri oleh Analis SDM Aparatur Ahli Muda Nurlina bersama 13 peserta magang Kemnaker Batch III. Para peserta akan menjalani program pemagangan selama enam bulan di lingkungan Kanwil Kemenkum Sulsel.
Kick off dan orientasi bertujuan memberikan pemahaman awal mengenai mekanisme pemagangan, peran dan tanggung jawab peserta, serta arah pelaksanaan program selama masa magang. Kegiatan ini juga menjadi tahapan awal sebelum peserta terlibat langsung dalam aktivitas kerja di instansi penempatan.
Dalam sesi orientasi, peserta menerima pemaparan materi dan arahan teknis terkait pelaksanaan program pemagangan nasional. Informasi yang disampaikan mencakup tata kelola program, pola pembimbingan, serta ketentuan administratif yang harus dipatuhi selama masa magang.
Selain itu, kegiatan ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi antara penyelenggara di tingkat pusat dan peserta di daerah. Penyamaan persepsi dinilai penting agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan mencapai tujuan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan Andi Basmal menyambut baik pelaksanaan kick off dan orientasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah awal yang krusial bagi peserta magang dalam memahami peran mereka di lingkungan kerja pemerintahan.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta magang Kemnaker Batch III di Kanwil Kemenkum Sulsel dapat mengikuti seluruh rangkaian program dengan baik, meningkatkan kompetensi, serta memberikan kontribusi positif selama menjalani pemagangan,” ujar Andi Basmal.
Program magang nasional merupakan bagian dari Paket Ekonomi 8+4+5 Tahun 2025 yang diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang sebagai upaya memperkuat kesiapan tenaga kerja muda dalam memasuki dunia kerja.
Magang nasional menyasar lulusan pendidikan Diploma (D1–D4) dan Sarjana (S1) yang lulus dalam kurun waktu maksimal satu tahun terakhir. Tujuan program ini adalah mengenalkan dunia kerja secara langsung, meningkatkan kompetensi sesuai bidang keilmuan, serta memberikan pengalaman kerja yang relevan.
Peserta yang lolos dalam program Magang Nasional memperoleh sejumlah fasilitas dari pemerintah. Fasilitas tersebut meliputi uang saku yang nilainya setara upah minimum dan disalurkan langsung kepada peserta melalui bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Selain itu, peserta magang juga mendapatkan perlindungan jaminan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang pembayarannya ditanggung oleh pemerintah. Peserta juga didampingi mentor dari instansi atau perusahaan tempat magang.
Hingga pelaksanaan orientasi ini, belum ada keterangan resmi mengenai evaluasi atau target penyerapan peserta magang ke dunia kerja setelah program berakhir.
































