Konflik Timur Tengah Berpotensi Ganggu Pasokan Minyak Global

Minyak
Konflik Timur Tengah Disebut Berpotensi Ganggu Pasokan Minyak Global (Dok.merdeka.com)

Manyala.co – Pemerintah Indonesia mewaspadai dampak eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran karena berpotensi mengganggu jalur perdagangan minyak dunia dan memicu lonjakan harga energi global.

Kekhawatiran tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Sabtu (14/3), menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menurut Purbaya, salah satu titik krusial yang dapat terdampak konflik adalah Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia.

“Eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi mengganggu pasokan minyak global, terutama jika jalur strategis seperti Selat Hormuz terganggu,” kata Purbaya.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap fluktuasi harga minyak global karena statusnya sebagai negara pengimpor bersih energi.

Apresiasi Garda Terdepan Kota, Wali Kota Makassar Munafri Serahkan Paket Lebaran untuk Satgas Kebersihan

“Indonesia sebagai net importir minyak sangat rentan terhadap kenaikan harga energi global. Jika harga minyak dunia naik jauh di atas asumsi APBN 2026 sebesar US$70/barel, tekanan fiskal akan muncul melalui peningkatan subsidi dan kompensasi energi, inflasi energi, serta potensi pelemahan nilai tukar rupiah,” ujarnya.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026, pemerintah menetapkan asumsi harga minyak sebesar US$70 per barel.

Namun menurut Purbaya, lonjakan harga di atas asumsi tersebut dapat memberikan dampak signifikan terhadap kondisi fiskal negara.

Ia menyebutkan bahwa setiap kenaikan harga minyak Indonesia Crude Oil Price (ICP) sebesar US$1 per barel berpotensi meningkatkan penerimaan negara sekitar Rp3,5 triliun.

Namun pada saat yang sama, kenaikan harga tersebut juga meningkatkan belanja negara hingga sekitar Rp10,3 triliun.

Prabowo: Kekayaan Alam Milik Negara, Prioritaskan Kebutuhan Domestik

“Setiap kenaikan Indonesia Crude Oil Price (ICP) sebesar US$1/barel berpotensi menambah penerimaan negara sekitar Rp3,5 triliun, namun pada saat yang sama meningkatkan belanja negara sekitar Rp10,3 triliun, sehingga memperlebar defisit fiskal sekitar Rp6,8 triliun,” kata Purbaya.

Pemerintah juga memproyeksikan bahwa jika harga minyak dunia mencapai US$85,2 per barel, belanja negara dapat meningkat hingga sekitar Rp78 triliun.

Skenario tersebut dinilai berpotensi mendorong defisit anggaran mendekati batas maksimum yang diizinkan oleh undang-undang.

Dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, batas defisit anggaran pemerintah ditetapkan maksimal sebesar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Risiko fiskal akan menjadi lebih serius apabila kenaikan harga minyak mencapai 35,00% setidaknya dalam 6 bulan, karena kondisi tersebut berpotensi mendorong defisit APBN mendekati 3,00% dari PDB,” ujar Purbaya.

Purbaya Nilai Rupiah Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global

Untuk mengantisipasi potensi tekanan tersebut, pemerintah tengah mempertimbangkan sejumlah langkah kebijakan fiskal.

Langkah tersebut meliputi efisiensi belanja operasional kementerian dan lembaga serta reformasi subsidi energi agar lebih tepat sasaran.

Selain itu, pemerintah juga berencana mengoptimalkan hasil investasi negara sebagai penyangga fiskal.

Purbaya menyebut optimalisasi investasi dapat dilakukan melalui perusahaan milik negara serta pengelolaan dana investasi strategis nasional.

Ia mencontohkan pendekatan yang digunakan oleh Singapura melalui skema Net Investment Returns Contribution (NIRC), di mana hasil investasi negara digunakan sebagai sumber pendapatan tambahan bagi anggaran pemerintah.

“Dengan memanfaatkan hasil investasi BUMN dan Danantara sebagai sumber penyangga fiskal, sebagaimana praktik Net Investment Returns Contribution (NIRC) di Singapura,” kata Purbaya.

Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi geopolitik global untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian pasar energi dunia.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

03

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

04

Libur Lebaran 2026: Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjang Hingga Sepekan

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom