Manyala.co – Laporan itu disampaikan oleh Korean Central News Agency (KCNA) pada Rabu, 11 Maret 2026. Media tersebut menyebut pemerintah Korea Utara memandang serangan militer tersebut sebagai tindakan agresi yang melanggar hukum internasional.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) menyatakan bahwa tindakan militer tersebut berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah dan memperbesar ketegangan global.
“Kami menyatakan keprihatinan serius dan mengecam keras tindakan agresi oleh Amerika Serikat dan Israel yang merusak fondasi perdamaian dan keamanan kawasan, sekaligus memperparah ketidakstabilan di seluruh dunia dengan melancarkan serangan militer ilegal terhadap Iran,” kata juru bicara tersebut dalam pernyataan resmi.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah sejumlah laporan mengenai operasi militer yang menargetkan wilayah Iran. Serangan tersebut dilaporkan memicu reaksi keras dari berbagai pihak di kawasan maupun dari sejumlah negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Iran.
Dalam pernyataan yang sama, pemerintah Korea Utara juga menegaskan penghormatan terhadap hak rakyat Iran dalam menentukan kepemimpinan politik negara mereka. Hal itu disampaikan sebagai tanggapan terhadap perkembangan politik terbaru di Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RRDK menyatakan bahwa Pyongyang menghormati pilihan rakyat Iran dalam menentukan pemimpin tertinggi mereka melalui mekanisme yang berlaku di negara tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Majelis Ahli Iran mengumumkan proses pemilihan pemimpin tertinggi Iran yang baru. Lembaga tersebut merupakan badan keagamaan dan politik yang memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih dan mengawasi pemimpin tertinggi di Iran.
Majelis Ahli terdiri dari puluhan ulama senior yang dipilih melalui pemilihan umum di Iran. Lembaga ini memainkan peran penting dalam sistem politik Republik Islam Iran, terutama dalam menentukan arah kepemimpinan nasional.
Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah meningkat dalam beberapa waktu terakhir seiring dengan eskalasi konflik regional dan perbedaan kepentingan geopolitik di Timur Tengah. Beberapa negara dan organisasi internasional sebelumnya telah menyerukan penahanan diri dari semua pihak guna mencegah konflik yang lebih luas.
Hingga laporan ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait kecaman yang disampaikan oleh Korea Utara tersebut.
































