Manyala.co – Penurunan kinerja ponsel Android tidak selalu menandakan kerusakan perangkat keras, karena sejumlah pengaturan lanjutan pada menu Developer Options dapat dioptimalkan untuk meningkatkan respons sistem dan efisiensi penggunaan sumber daya.
Menu Developer Options merupakan fitur bawaan sistem Android yang menyediakan akses ke pengaturan tingkat lanjut. Fitur ini awalnya dirancang untuk pengembang aplikasi, namun dapat dimanfaatkan pengguna umum dengan kehati-hatian untuk mengelola performa perangkat secara lebih efektif.
Sumber teknologi Make Use Of, dikutip pada 3 Februari 2026, mencatat setidaknya lima pengaturan utama dalam Developer Options yang berpengaruh langsung terhadap kinerja ponsel Android. Pengaturan tersebut berkaitan dengan pengelolaan memori, animasi antarmuka, hingga pemanfaatan refresh rate layar.
Untuk mengakses Developer Options, pengguna perlu membuka menu Pengaturan, memilih Tentang Ponsel, lalu mengetuk Nomor Build sebanyak tujuh kali hingga sistem mengonfirmasi aktivasi mode pengembang. Setelah aktif, menu tersebut akan muncul di bagian Sistem atau sebagai opsi terpisah, tergantung merek dan versi Android.
Pengaturan pertama yang dinilai berdampak signifikan adalah pembatasan proses latar belakang. Secara default, Android mengizinkan beberapa aplikasi tetap aktif untuk mendukung multitasking. Namun, jumlah proses yang terlalu banyak dapat membebani RAM, khususnya pada perangkat dengan kapasitas memori terbatas. Dengan mengatur batas maksimal dua hingga tiga proses latar belakang, sistem dapat memprioritaskan aplikasi yang sedang digunakan.
Pengaturan kedua berkaitan dengan animasi antarmuka. Android menggunakan animasi transisi untuk membuka dan menutup aplikasi, namun efek visual ini memerlukan sumber daya pemrosesan. Menurunkan skala animasi menjadi 0,5 kali atau menonaktifkannya sepenuhnya dapat mempercepat respons sistem dan membuat navigasi terasa lebih cepat.
Selanjutnya, ukuran logger buffer juga memengaruhi konsumsi memori. Logger buffer digunakan sistem untuk menyimpan data pencatatan debug. Ukuran buffer yang besar dapat mengurangi ruang memori yang tersedia bagi aplikasi. Mengurangi ukuran buffer menjadi 64 kilobyte atau 256 kilobyte dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan RAM, meskipun fitur ini umumnya dibutuhkan untuk keperluan pengembangan.
Pengaturan keempat adalah pemaksaan refresh rate maksimal pada perangkat yang mendukung layar 90Hz atau 120Hz. Sistem Android terkadang menurunkan refresh rate secara otomatis untuk menghemat daya. Dengan mengaktifkan opsi Force Peak Refresh Rate, layar akan selalu berjalan pada kecepatan tertinggi, sehingga pergerakan visual dan pengguliran terasa lebih halus.
Pengaturan terakhir adalah fitur Suspend Execution for Cached Apps. Opsi ini memungkinkan sistem menangguhkan aktivitas aplikasi yang berada dalam status cache. Aplikasi tetap tersimpan di memori, namun tidak menjalankan proses hingga dibuka kembali, sehingga mengurangi beban CPU dan konsumsi daya.
Meski demikian, perubahan pada Developer Options tidak meningkatkan kemampuan perangkat keras secara langsung. Optimalisasi ini bertujuan mengatur prioritas sistem agar sumber daya digunakan lebih efisien. Pengguna disarankan untuk mengubah pengaturan secara bertahap dan mengembalikannya ke nilai default apabila terjadi gangguan stabilitas.
Hingga kini, belum ada panduan resmi dari Google yang merekomendasikan konfigurasi tertentu untuk pengguna umum. Oleh karena itu, setiap penyesuaian dilakukan dengan pertimbangan kebutuhan perangkat dan kebiasaan penggunaan masing-masing pengguna.
































