Menkeu Purbaya Siapkan Penangkapan Mafia Ekonomi Secara Besar-besaran

Purbaya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Dok. Metrotvnews.com/Duta Erlangga).

Manyala.co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pemerintah untuk melakukan penangkapan besar-besaran terhadap jaringan mafia ekonomi yang diduga terlibat dalam praktik penyelundupan sejumlah komoditas strategis, termasuk tekstil dan baja.

Purbaya menyampaikan hal tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/10), seraya menegaskan bahwa kementeriannya telah mengantongi nama-nama pelaku yang akan segera diproses hukum.

“Tinggal kita pilih saja siapa yang mau diproses. Intinya yang selama ini under invoicing, nyelundupin. Yang paling banyak tekstil, baja segala macam. Sudah ada nama-namanya,” ujarnya.

Menurut Purbaya, langkah penegakan hukum ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menutup kebocoran penerimaan negara akibat praktik ilegal yang sudah berlangsung lama di sektor perdagangan dan kepabeanan. Meski belum merinci nilai kerugian, ia memastikan proses perhitungan potensi kerugian negara tengah dilakukan secara menyeluruh.

“Belum tahu, masih kita hitung,” katanya ketika ditanya soal estimasi kerugian dan potensi penerimaan negara yang dapat dipulihkan dari tindakan mafia tersebut.

Kuasai Fasum Sejak 1975, 16 PKL Pasar Cidu Makassar Direlokasi Demi Akses Lancar

Pembersihan Internal Kemenkeu

Selain menindak pihak eksternal, Kementerian Keuangan juga sedang melakukan pembersihan terhadap oknum pegawai di lingkungan internalnya, terutama di Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Purbaya menegaskan, reformasi kelembagaan menjadi langkah penting untuk memastikan integritas aparat fiskal dan kepabeanan.

Untuk mendukung langkah tersebut, Kementerian Keuangan meluncurkan kanal pengaduan publik bertajuk “Lapor Pak Purbaya”, yang memungkinkan masyarakat melaporkan praktik penyimpangan pajak dan bea cukai secara langsung melalui nomor WhatsApp resmi 0822 4040 6600.

Layanan ini diharapkan menjadi sarana bagi publik untuk mengawasi perilaku aparat sekaligus mempercepat proses reformasi birokrasi di dua direktorat strategis tersebut. “Arah ke depan, kita tumbuh lebih cepat, berantas kebocoran-kebocoran. Saya akan kerjakan di Bea Cukai dan Pajak,” kata Purbaya menegaskan.

Fokus Pemerintah pada Penerimaan Negara

Langkah ini sejalan dengan kebijakan fiskal pemerintah yang berfokus pada peningkatan pendapatan negara dan efisiensi belanja publik. Selama beberapa tahun terakhir, praktik under invoicing dan penyelundupan barang menjadi salah satu penyebab utama kebocoran penerimaan negara, terutama di sektor impor strategis seperti tekstil, besi, baja, dan elektronik.

Menurut data Kementerian Keuangan sebelumnya, potensi kehilangan pendapatan dari aktivitas penyelundupan dan undervaluation impor bisa mencapai triliunan rupiah per tahun. Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan aparat penegak hukum dan otoritas pelabuhan, guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan ekonomi tersebut.

Wali Kota Munafri: Ekonomi Sirkular Bergerak di Makassar, Sampah Disulap Jadi Produk Bernilai Tinggi

Konteks Nasional dan Reformasi

Pernyataan Purbaya muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap isu integritas fiskal dan penegakan hukum ekonomi di Indonesia. Kasus penyelundupan yang melibatkan jaringan bisnis besar dinilai berpotensi mengganggu iklim investasi serta menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi pajak dan kepabeanan.

Pemerintah berupaya menyeimbangkan strategi antara reformasi kelembagaan dan penindakan hukum. Dalam jangka menengah, Kementerian Keuangan menargetkan peningkatan rasio pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penguatan basis data perpajakan untuk mempersempit ruang praktik manipulasi nilai transaksi ekspor-impor.

Dengan rencana penangkapan besar-besaran ini, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan sistem keuangan negara yang lebih transparan dan bebas korupsi. Namun hingga Senin malam, belum ada keterangan resmi mengenai waktu pelaksanaan atau identitas pihak-pihak yang akan ditindak.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Kartika Sandra Desi Tinjau Bulog, Pastikan Pangan Tetap Aman

02

Muhammad Rahul Apresiasi Polda Riau Ungkap Kasus Narkoba di Rokan Hilir

03

HIPMI Institute Sulsel Resmi Dilantik, Usung Ekosistem Kolaboratif untuk Cetak Founder Muda Berdaya Saing Global

04

BPS: Ketimpangan Pengeluaran Indonesia Turun ke 0,363

05

Prabowo Nilai Krisis Global Jadi Peluang Percepatan Program Nasional

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

Kolom

× Advertisement
× Advertisement