Manyala.co – Ketua MPR RI Ahmad Muzani meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dan menyatakan akan melaporkan progres penanganannya kepada Presiden Prabowo Subianto guna mempercepat bantuan pemerintah.
Kunjungan kerja dilakukan Senin, menyusul bencana tanah bergerak yang terjadi pada 2 Februari 2026 dan menyebabkan kerusakan luas pada permukiman warga. Muzani mengatakan hasil temuan lapangan dan aspirasi masyarakat terdampak akan dibahas bersama pemerintah pusat.
“Saya sendiri akan melaporkan ini kepada Presiden tentang kunjungan ini, supaya Presiden memerintahkan para pembantunya untuk pemerintah cepat lagi memberikan bantuan,” ujar Muzani di lokasi bencana.
Berdasarkan laporan pemerintah daerah, bencana tersebut merusak sekitar 900 rumah warga. Selain hunian, sejumlah fasilitas umum seperti masjid, pondok pesantren, dan sarana pendidikan juga terdampak.
Jumlah pengungsi dilaporkan mencapai antara 2.500 hingga 2.800 orang. “Jumlah pengungsi yang dilaporkan oleh Bupati adalah 2.500 sampai 2.800 orang. Tentu ini sebuah musibah yang sangat memilukan kita,” kata Muzani.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan kajian ahli geologi, area terdampak tidak direkomendasikan untuk ditempati kembali. “Tidak direkomendasi untuk ditempati, untuk kegiatan apapun, baik untuk kegiatan tempat tinggal, kegiatan ibadah, kegiatan pendidikan, ataupun kegiatan lain karena lokasinya yang tidak direkomendasi oleh ahli geologi,” ujarnya.
Menurut Muzani, kondisi tersebut menjadi pembelajaran penting bagi daerah lain dengan karakteristik geografis serupa. Ia menekankan perlunya kewaspadaan terhadap potensi tanah bergerak di wilayah lain Indonesia.
“Saya kira ini menjadi sebuah pembelajaran penting bagi kita semua di belahan wilayah Indonesia bahwa kita harus tetap waspada,” katanya.
Selain dukungan moril, MPR RI menyalurkan bantuan logistik berupa 2.000 paket sembako kepada warga terdampak. “Kami bantu sembako jumlahnya 2.000 dan sudah sampai di sini,” ujar Muzani.
Dalam kunjungan tersebut, Muzani juga meninjau kerusakan Jembatan Ekoproyo yang terdampak longsornya tanggul akibat derasnya arus sungai. Kerusakan tersebut menyebabkan akses jalan terputus, terutama bagi pejalan kaki, pesepeda, dan kendaraan ringan.
“Jembatan Ekoproyo tadi sudah disampaikan oleh Pak Bupati, terpenting nomor satu adalah tanggul kanan kiri,” kata Muzani. Ia menambahkan warga berharap jembatan tersebut dapat dibangun kembali untuk memulihkan aktivitas sehari-hari.
Muzani mengapresiasi respons cepat TNI, Polri, BNPB, relawan, dan masyarakat dalam proses evakuasi. Ia menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Korban diminimalisir, bahkan jumlah korban nol (korban jiwa). Tentu ini sebuah cara penanganan yang tepat, presisi, dan pas,” ujarnya.
Pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum, telah menyiapkan hunian sementara bagi warga terdampak di lokasi yang dinilai lebih aman. Relokasi permanen direncanakan setelah kajian teknis lebih lanjut.
Hingga Senin sore, belum ada rincian resmi mengenai anggaran pemulihan maupun jadwal pasti relokasi permanen. Pemerintah daerah dan pusat masih melakukan koordinasi untuk penanganan lanjutan, terutama menjelang bulan Ramadhan.
































