Ratusan Diduga Keracunan MBG di Bandar Lampung

MBG
Kasus keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Dok.gusti.grehenson)

Manyala.co – Ratusan siswa, guru, dan wali murid di Kota Bandar Lampung diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 11 Februari 2026, dengan total 206 orang melaporkan gejala serupa di tiga sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan massal tersebut. Berdasarkan data Puskesmas Kemiling, kasus terjadi di SDN 4 Sumberejo, SD Al Munawaroh, dan SMPN 14 Bandar Lampung.

Di SDN 4 Sumberejo, tercatat 77 siswa, 9 guru, dan 1 orang tua guru mengalami diare. Di SD Al Munawaroh, sebanyak 64 siswa, 11 guru dan penjaga sekolah, serta 1 orang tua guru terdampak. Sementara di SMPN 14 Bandar Lampung, 43 orang melaporkan gejala serupa. Dari jumlah tersebut, 37 orang menjalani rawat jalan dan enam lainnya dirawat inap di sejumlah rumah sakit.

Beberapa korban dirawat di RS Bintang Amin, RS Bumi Waras, dan RS Graha Husada. Muhtadi mengatakan gejala muncul beberapa jam setelah konsumsi makanan.

“Gejala paling cepat muncul Rabu sore. Rata-rata diawali demam dan sakit perut, kemudian muntah dan diare. Ada juga yang awalnya mata bengkak dan gatal, lalu disusul demam,” ujarnya, Senin.

Cegah Sampah Berseliweran, Pemkot Makassar Atur Ulang Jadwal Pembuangan Sampah Warga

Hasil investigasi sementara menunjukkan ketiga sekolah menerima pasokan makanan dari satuan penyedia pangan gizi (SPPG) di Kecamatan Kemiling. Namun, SPPG tersebut belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Rekomendasi izin belum diterbitkan. Saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium sampel air dan sisa makanan untuk memastikan sumber permasalahan,” kata Muhtadi.

Dinas Kesehatan menginstruksikan Puskesmas untuk memantau kondisi korban, khususnya yang menjalani rawat jalan. Investigasi terhadap proses produksi dan distribusi makanan di SPPG terkait juga tengah dilakukan.

Salah satu wali murid berinisial NS mengatakan gejala dialami keluarganya pada Rabu malam setelah anaknya membawa pulang menu MBG dari sekolah.

“Anak saya bawa pulang karena tidak dimakan di sekolah. Menunya nasi, telur ceplok disiram saus, ada anggur dan sayur. Sore mulai mulas, jam 9 malam sudah diare. Subuhnya bolak-balik BAB dan mual,” kata NS.

Wakil Wali Kota Makassar Lepas Peserta Jalan Sehat Peringati International Day of the Midwife dan HUT IBI ke-75

Ia menyebut istrinya sempat menjalani rawat inap selama tiga hari di Rumah Sakit Bhayangkara sebelum diperbolehkan pulang. NS mengetahui adanya dugaan kasus massal setelah pihak sekolah melakukan pendataan terhadap siswa dan guru yang mengalami gejala serupa.

“Pagi-pagi ada telepon dari pihak sekolah mau mendata yang mengalami mual dan diare. Ternyata tetangga saya juga kena, sama persis gejalanya,” ujarnya.

NS juga mengungkap adanya permintaan kepada sejumlah orang tua agar tidak menyebarkan informasi di media sosial. “Ada yang disuruh buat surat perjanjian, tidak boleh ngomong-ngomong atau buat video,” katanya.

Hingga Senin malam, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia makanan maupun pengelola program MBG terkait dugaan permintaan tersebut.

Program MBG merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi siswa. Kasus ini menambah perhatian terhadap standar keamanan pangan dan pengawasan distribusi makanan sekolah.

Ribuan Warga Pekanbaru Gelar Aksi Damai, Dukung Program Makan Bergizi Gratis dan Pemberantasan Korupsi

Otoritas kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian. Pemerintah kota menyatakan penanganan medis terhadap korban terus dilakukan sembari investigasi berjalan.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

60 Alumni Teknik Sipil Unhas Antusias Hadiri Site Visit Project WIKA Beton

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement