Manyala – “Kami Juga Jauh dari Rumah”, kalimat sederhana ini menjadi salah satu alasan mengapa kabar Gempa Kumamoto terasa begitu dekat bagi komunitas Indonesia di Okayama. Hidup jauh dari keluarga membuat mereka memahami bagaimana rasanya menghadapi keadaan sulit di negeri orang.
Berangkat dari kepedulian tersebut, Okayama Connection melalui Project SATUKan (Solidaritas Aksi Tanggap Untuk Kemanusiaan) menyalurkan 100 Relief Bag kepada warga terdampak Gempa Kumamoto pada 12–13 September 2026.
Okayama Connection merupakan kolaborasi tiga organisasi masyarakat Indonesia di Okayama, yakni KMIO, PPI Okayama, dan BVJO. Sebanyak 10 relawan berangkat dari Masjid Indonesia Kurashiki dengan dua van menuju Kumamoto untuk melaksanakan distribusi bantuan.
Bantuan disalurkan di dua wilayah, yakni 49 Relief Bag di kawasan Ogawa, Uki-shi, dan 51 Relief Bag di Yatsushiro, sehingga total 100 paket diterima oleh 100 penerima manfaat.
Kegiatan ini mendapat dukungan utama dari Hashimoto Zaidan, yang membantu pembiayaan logistik 100 Relief Bag serta kebutuhan perjalanan relawan, termasuk sewa kendaraan, bahan bakar, dan asuransi. Total dukungan yang tercatat dalam perencanaan kegiatan mencapai ¥684.000.
Bagi Okayama Connection, dukungan tersebut tidak hanya berarti bantuan finansial, tetapi juga bentuk kepercayaan terhadap gerakan kemanusiaan komunitas Indonesia di Jepang. Karena itu, pihaknya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Hashimoto Zaidan atas dukungan yang memungkinkan misi kemanusiaan ini terlaksana. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Human Initiative Japan (HI Japan) dan PPI Jepang atas dukungan terhadap Project SATUKan.
Secara fisik, para relawan membawa tas berisi kebutuhan pangan. Namun yang ingin mereka sampaikan sebenarnya lebih dari itu.
Ada orang-orang yang bersedia menempuh ratusan kilometer hanya untuk memastikan keadaan saudara mereka di Kumamoto.
Tas-tas bantuan itu membawa lebih dari sekadar sembako. Di dalamnya ada doa dari mereka yang berdonasi, tenaga dari mereka yang menyiapkan dan mengemas bantuan, lelah para pengemudi yang menempuh perjalanan panjang, serta harapan dari orang-orang yang menunggu kabar dari jauh.
Kegiatan tersebut berlangsung lancar dan mendapat sambutan hangat dari warga serta pihak setempat. Project SATUKan juga mendapat perhatian dari Sanyo Shimbun, Kumamoto Daily News, serta perwakilan JICA yang hadir di lokasi kegiatan.
Okayama Connection menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan, donatur, masyarakat Kumamoto, serta seluruh pihak yang telah membantu sejak tahap persiapan hingga distribusi.
Semoga Kumamoto segera pulih. Semoga tidak ada lagi yang merasa harus menghadapi semuanya sendirian. Dari Okayama, untuk Kumamoto. Dari kita, untuk sesama.

































