Manyala.co – Presiden RI Prabowo Subianto merealisasikan janjinya memberikan bonus kepada atlet Indonesia yang berhasil meraih medali pada ajang Asian Games dan Asian Para Games di Jepang. Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi tersebut, atlet peraih medali emas nomor perorangan menerima bonus sebesar Rp3 miliar.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan, Presiden Prabowo menerima langsung para atlet, ofisial, serta pimpinan cabang olahraga untuk memberikan penghargaan atas perjuangan mereka mengharumkan nama Indonesia di tingkat Asia.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyerahkan bonus secara simbolis kepada para atlet berprestasi.
“Alhamdulillah, tadi para atlet, para ofisial, pimpinan cabang olahraga, Menteri Keuangan, dan saya selaku Menpora diterima Bapak Presiden. Maksud dan tujuan beliau adalah mengapresiasi perjuangan para atlet Asian Games dan Asian Para Games dalam mengibarkan bendera di Asia,” ujar Erick di Istana Negara, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Erick menjelaskan, besaran bonus yang diberikan pemerintah disesuaikan dengan kategori medali dan nomor pertandingan. Peraih medali emas nomor perorangan mendapatkan Rp3 miliar, sedangkan peraih emas nomor ganda atau berpasangan memperoleh Rp2,4 miliar. Adapun peraih emas nomor beregu menerima bonus sebesar Rp1,5 miliar.
Menurut Erick, pemberian bonus tersebut tidak sekadar menjadi bentuk penghargaan atas pencapaian prestasi, tetapi juga mencerminkan perhatian pemerintah terhadap masa depan atlet Indonesia.
Ia menegaskan, karier sebagai atlet memiliki nilai penting, tidak hanya dalam pencapaian prestasi olahraga, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan pembangunan bangsa.
“Ini hal yang luar biasa. Saya rasa stigma-stigma bahwa masa depan atlet itu suram tidak benar. Bapak Presiden menyampaikan bahwa ini justru bagian dari membangun karakter bangsa, membuka lapangan pekerjaan, dan akan terus membangun keolahragaan berkelanjutan di sekolah-sekolah,” kata Erick.
Erick turut mengungkapkan, total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk bonus atlet dan pelatih Asian Games serta Asian Para Games mencapai Rp158,3 miliar. Anggaran tersebut terdiri atas Rp61,1 miliar untuk Asian Games dan Rp97,2 miliar untuk Asian Para Games.
Penyaluran bonus dilakukan secara langsung melalui rekening masing-masing atlet. Pemerintah juga mendorong peningkatan literasi keuangan agar para penerima mampu mengelola bonus secara bijak, baik untuk memenuhi kebutuhan maupun mempersiapkan masa depan.
“Ini bagian bagaimana tadi pagi kami juga membangun financial literacy kepada para atlet, untuk mengingatkan bahwa bonus ini bisa ditabung buat masa depan mereka,” ujar Erick.
Selain memberikan penghargaan atas prestasi yang telah diraih, pemerintah juga mulai menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi Olimpiade mendatang.
Erick menyebut sejumlah cabang olahraga unggulan, seperti angkat besi, panjat tebing, bulu tangkis, dan panahan, akan mulai menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) pada tahun ini.
Persiapan lebih awal tersebut bertujuan memastikan pembinaan atlet berjalan lebih panjang, terarah, dan terencana. Dengan demikian, persiapan tidak lagi hanya dimulai enam bulan sebelum kompetisi berlangsung.
Menurut Erick, dukungan kebijakan anggaran multiyears juga menjadi salah satu faktor yang memungkinkan pemerintah mempercepat persiapan tersebut.
“Langkah berikutnya adalah mempersiapkan Olimpiade. Kita tahu beberapa cabang unggulan seperti angkat besi, panjat tebing, bulu tangkis, dan panahan, kita akan mulai persiapkan pelatnasnya mulai tahun ini. Jadi tidak lagi enam bulan sebelumnya, tetapi tahun ini,” imbuhnya.
































