Manyala — Universitas Negeri Makassar (UNM) turut ambil bagian dalam Nasional ProBuild INTIM Pameran Konstruksi Indonesia Timur (Eastern Indonesia Construction Expo) yang berlangsung pada 24–27 September 2026 di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC).
Salah satu momentum penting dalam keikutsertaan UNM adalah kunjungan akademisi Okayama University, Jepang, yakni Assoc. Prof. Dr. Zentaro Furukawa bersama Kaori Yajima, ke booth UNM. Kunjungan ini menjadi ruang interaksi akademik yang mempertemukan UNM dengan institusi pendidikan tinggi internasional dalam konteks pendidikan, teknologi, inovasi, dan perkembangan dunia konstruksi.
Dalam kegiatan tersebut, UNM tidak hanya hadir melalui booth pameran, tetapi juga melibatkan 30 mahasiswa sebagai panitia.
Selain itu, mahasiswa UNM turut berpartisipasi dalam berbagai kompetisi, yakni BIM sebanyak 2 mahasiswa, kompetisi cat tembok sebanyak 12 mahasiswa, dan RAB sebanyak 6 mahasiswa.
Keterlibatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung melalui interaksi dengan industri, praktisi, perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan bidang konstruksi.
ProBuild INTIM sendiri mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem konstruksi Indonesia Timur.
Sejumlah peserta pameran dan industri yang hadir antara lain Propan, IndoNav, Trimble, Dekkson, APPLICAD, SPINDO, dan WASSER, serta berbagai perusahaan dan institusi lainnya. Booth UNM juga mendapat kunjungan dari berbagai perguruan tinggi, instansi pemerintah, organisasi profesi, serta praktisi, antara lain Universitas Sulawesi Barat, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Universitas Muhammadiyah Makassar, SMKN 5 Sorowako, SMKN 4 Gowa, SMKN 10 Makassar, Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI, IAI Sulsel, serta sejumlah perusahaan dan konsultan konstruksi dan arsitektur.
Saat berkunjung ke booth UNM, Assoc. Prof. Dr. Zentaro Furukawa menyampaikan pandangannya mengenai penyelenggaraan ProBuild INTIM. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah awal yang baik dalam mengedukasi masyarakat Indonesia Timur mengenai dunia konstruksi.
“Ini merupakan start awal yang baik bagi kawasan Indonesia Timur dalam mengedukasi tentang dunia konstruksi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar ke depan semakin banyak hasil inovasi yang dapat ditampilkan, baik dari Universitas Negeri Makassar maupun universitas dan institusi lainnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi UNM untuk memperkenalkan aktivitas akademik, kompetensi mahasiswa, serta potensi inovasi kepada akademisi dari luar negeri. Interaksi ini membuka ruang bagi penguatan jejaring akademik internasional dan pertukaran pengetahuan mengenai pendidikan serta perkembangan teknologi konstruksi.
Keikutsertaan UNM dalam ProBuild INTIM 2026 menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mempertemukan pendidikan, kompetensi mahasiswa, inovasi, dan kebutuhan dunia industri. Melalui booth, keterlibatan mahasiswa, serta interaksi dengan berbagai perguruan tinggi dan praktisi, UNM memanfaatkan ProBuild INTIM sebagai ruang pembelajaran sekaligus diseminasi potensi akademik.
Kunjungan Okayama University menjadi salah satu bagian penting dari momentum tersebut. Interaksi ini diharapkan dapat menjadi pintu bagi semakin luasnya jejaring akademik dan pertukaran inovasi antara UNM dengan institusi pendidikan di tingkat internasional, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan sektor konstruksi di kawasan Indonesia Timur.

































