Jakarta, Manyala.co – Pemerintah Kota Makassar kembali mengukuhkan prestasinya di panggung nasional. Kali ini, keberhasilan ditorehkan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) yang sukses membawa Makassar meraih posisi Terbaik I kategori Pengelola Program Keluarga Berencana (KB) dalam ajang penghargaan Parasamya Karya Kencana Tahun 2026.
Penghargaan tersebut menjadi capaian membanggakan bagi Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, sekaligus kado istimewa menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar pada 9 November 2026.
Penghargaan bergengsi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) itu diserahkan pada puncak acara GENTING Collaboration Summit 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin diwakili Kepala DPPKB Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, yang hadir menerima langsung trofi penghargaan tersebut.
“Alhamdulillah, selamat dan sukses untuk Bapak Wali Kota Munafri Arifuddin. Kota Makassar berhasil meraih Terbaik Pertama Parasamya Karya Kencana Tahun 2026,” ungkap Irwan seusai menerima penghargaan.
Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan Pemerintah Kota Makassar dalam meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pengelolaan program KB, serta menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Andi Irwan menjelaskan, Parasamya Karya Kencana merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari Kemendukbangga/BKKBN kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil mengelola dan mengembangkan program pembangunan keluarga serta keluarga berencana.
“Penghargaan ini tidak hanya didasarkan pada capaian kepesertaan KB, tetapi juga mencakup mutu pelayanan, peningkatan kualitas penyelenggaraan program, kesehatan reproduksi, pelayanan kependudukan, hingga kemampuan daerah menghadirkan inovasi,” tuturnya.
Dalam proses penilaian yang dilakukan panelis independen dari pemerintah pusat, DPPKB Kota Makassar memaparkan enam inovasi unggulan yang dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan dan tantangan pelayanan di lapangan.
“Keenam inovasi tersebut meliputi Alokon Ekspres, Siked, Masiga, Mabarani, Simponi Keren, dan Belati,” ungkap Plt. Asisten I Pemkot Makassar ini.
Ia menjelaskan, Alokon Ekspres merupakan layanan respons cepat distribusi alat dan obat kontrasepsi (alokon) untuk meminimalkan risiko kekosongan stok. Melalui sistem one-day service, setiap kebutuhan alokon yang diterima langsung ditindaklanjuti dengan penyaluran.
Selanjutnya, SIKED atau Sistem Informasi Kinerja Kader merupakan inovasi digital untuk mendokumentasikan sekaligus memantau kinerja kader secara lebih terukur.
Sementara itu, MASIGA atau Manajemen Sistem Informasi Keluarga menghadirkan pengelolaan data berbasis aplikasi guna mendukung proyeksi sasaran dan kebutuhan pelayanan keluarga berencana.
Pada aspek pembangunan generasi muda, DPPKB Kota Makassar juga menghadirkan MABARANI, sebuah program edukasi yang mendorong remaja Makassar berani merencanakan masa depan secara lebih baik.
Adapun SIMPONI KEREN difokuskan pada penguatan dan pendampingan keluarga orang tua tunggal atau single parent. Sedangkan BELATI atau Beranda Lansia Produktif merupakan inovasi yang mendorong peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, aktif, dan produktif.
“Alhamdulillah, ada enam inovasi yang kami paparkan dalam proses penilaian. Seluruhnya dirancang agar pelayanan lebih responsif, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan keluarga,” jelasnya.
Enam inovasi tersebut tidak hanya menghadirkan terobosan dalam pelayanan, tetapi juga didukung capaian kinerja yang menunjukkan tren positif dalam pengelolaan program KB di Kota Makassar.
Berdasarkan data DPPKB Kota Makassar, persentase peserta KB aktif terhadap pasangan usia subur (PUS) meningkat dari 64,52 persen pada 2023 menjadi 68,46 persen pada 2025.
Peningkatan juga terjadi pada penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), dari 27,75 persen menjadi 35,19 persen dalam periode yang sama.
Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam kelompok kegiatan pembangunan keluarga turut menunjukkan peningkatan. Kelompok tersebut meliputi Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), serta Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
“Capaian ini memperlihatkan bahwa penguatan program KB tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah peserta, tetapi juga pada keterlibatan keluarga dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat,” katanya.
Andi Irwan menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama Pemerintah Kota Makassar melalui penguatan kualitas pelayanan, pemanfaatan data, inovasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Keberhasilan pengelolaan KB bukan hanya tentang capaian, tetapi tentang mutu layanan, pilihan yang sadar, data yang valid, dan inovasi yang benar-benar berdampak,” tuturnya.
Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dalam mewujudkan pembangunan keluarga berkualitas melalui pelayanan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Makassar MULIA.
Andi Irwan menyebut penghargaan nasional tersebut menjadi hadiah istimewa bagi Kota Makassar menjelang peringatan HUT ke-419 pada 9 November 2026.
“Alhamdulillah, Penghargaan Parasamya Karya Kencana ini menjadi kado dari DPPKB untuk HUT Kota Makassar 2026,” pungkas Irwan. (*)
































