Manyala.co – Angkatan Udara Pakistan dilaporkan melancarkan serangan udara terhadap fasilitas bahan bakar di Bandara Kandahar, Afghanistan selatan, pada Kamis malam. Target serangan disebut mencakup tangki bahan bakar milik maskapai swasta Kam Air.
Informasi tersebut disampaikan oleh juru bicara otoritas Afghanistan, Zabihullah Mujahid, melalui pernyataan di media sosial. Ia menyebut fasilitas yang diserang berada di dekat bandara dan digunakan untuk mendukung operasional penerbangan sipil.
“Rezim militer Pakistan menyerang tangki bahan bakar milik maskapai swasta Kam Air di dekat bandara Kandahar,” tulis Mujahid.
Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya melayani kebutuhan maskapai komersial, tetapi juga memasok bahan bakar bagi pesawat milik Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia juga menambahkan bahwa satu tangki bahan bakar milik pengusaha lokal turut terdampak dalam serangan tersebut.
“Sebuah tangki bahan bakar milik pengusaha nasional Haji Khanzadeh juga terkena serangan Angkatan Udara Pakistan,” tambahnya.
Mujahid menyatakan bahwa serangan udara juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Afghanistan, termasuk Kabul, Kandahar, Paktia, dan Paktika. Ia menyebut serangan tersebut menyebabkan kerugian sipil yang signifikan, meskipun tidak merinci jumlah korban.
Pemerintah Afghanistan mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius. “Tindakan barbar rezim Pakistan di hari-hari terakhir bulan suci Ramadan adalah tidak manusiawi dan akan menghadapi konsekuensi,” ujar Mujahid.
Hingga laporan ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Pakistan terkait tuduhan serangan tersebut. Tidak ada konfirmasi independen yang dapat memverifikasi klaim kedua belah pihak secara menyeluruh.
Ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, ditandai dengan serangkaian serangan lintas batas.
Pekan sebelumnya, Pakistan dilaporkan melakukan serangan udara terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok militan di provinsi Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Otoritas Afghanistan menyebut puluhan warga sipil tewas dan terluka akibat operasi tersebut.
Sebagai respons, pada 26 Februari, Afghanistan meluncurkan operasi militer terhadap pangkalan-pangkalan Pakistan di sepanjang Garis Durand, wilayah perbatasan yang statusnya tidak diakui oleh Kabul.
Situasi semakin memanas setelah Pakistan mengumumkan peluncuran operasi militer bertajuk Operasi Ghazab lil Haq. Islamabad menyatakan operasi tersebut merupakan respons terhadap apa yang disebut sebagai penembakan tanpa provokasi oleh Afghanistan di sejumlah sektor perbatasan.
Konflik di sepanjang perbatasan Afghanistan-Pakistan selama ini sering dipicu oleh perbedaan pandangan terkait keamanan dan status wilayah perbatasan. Garis Durand sendiri telah lama menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.
Eskalasi terbaru meningkatkan kekhawatiran akan memburuknya stabilitas kawasan, terutama di tengah kondisi keamanan Afghanistan yang masih rapuh pasca perubahan kekuasaan dalam beberapa tahun terakhir.
































