Pengemudi Ojol di Berbagai Kota Tolak Rancangan Regulasi Baru

Pengemudi
Ilustrasi Pengemudi Ojol di Berbagai Kota Tolak Rancangan Regulasi Baru.

Makassar, Manyala.co – Ribuan pengemudi ojek online di berbagai kota menggelar aksi protes sepanjang November 2025 untuk menolak rancangan regulasi transportasi online yang sedang dibahas pemerintah. Dua isu yang paling ditentang adalah rencana penerapan potongan komisi 10 persen serta wacana perubahan status kemitraan menjadi hubungan kerja tetap.

Aksi ini mencuat bersamaan dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sistem Bagi Hasil pada Layanan Transportasi Online” yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta pada Senin, 24 November 2025. Saat diskusi berlangsung, ribuan pengemudi dari berbagai daerah turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap skema yang mereka nilai tidak sesuai dengan realitas kerja di lapangan.

Di Makassar, ratusan pengemudi online dari Grab, Gojek, Maxim, dan ShopeeFood yang tergabung dalam Forum Suara Ojek Online Semesta (FOR.SOS) memadati area Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Massa membawa spanduk besar bertuliskan penolakan terhadap potongan komisi dan status pekerja tetap, serta membakar ban sebagai bentuk protes.

Ketua URC Makassar Gowa Maros (MGM), Buya, menyampaikan bahwa potongan 10 persen berpotensi menurunkan pendapatan pengemudi karena mempersempit ruang bonus dan insentif. Ia juga menilai perubahan status menjadi karyawan tetap tidak sejalan dengan karakteristik pekerjaan yang selama ini mengandalkan fleksibilitas. “Akan ada syarat usia, pendidikan, dan jam kerja baku. Itu tidak cocok dengan kondisi kami,” ujarnya dalam rilis resmi pada Jumat, 28 November 2025.

Aksi serupa terjadi di Jakarta. Irwansyah, pengemudi dengan pengalaman 10 tahun, menilai fleksibilitas adalah komponen utama profesi tersebut. “Kalau jadi karyawan, pasti banyak syarat. Kami bergantung pada fleksibilitas,” katanya.

Bukan Menggusur, Wali Kota Munafri Arifuddin Tata Kota dengan Solusi Relokasi PKL

Mobil komando di Makassar dan Jakarta berulang kali menyerukan penolakan status karyawan. Saat orator bertanya “Apakah teman-teman setuju dijadikan karyawan?”, massa menjawab serempak “Tidak mau!”. Di Makassar, massa mendesak Gubernur Sulsel menyampaikan langsung keberatan mereka kepada pemerintah pusat.

Aksi terbesar berlangsung pada 7 November 2025 di kawasan Monas, Jakarta, ketika ribuan pengemudi yang tergabung dalam URC Bergerak hadir dari Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor, dan sejumlah kota di Jawa Barat. Ketua URC Bergerak, Ahmad Bakrie (Bang Oki), menegaskan bahwa para pengemudi tidak bermaksud menolak pemerintah, melainkan mengawal agar regulasi yang disusun bersifat adil. “Perpres ini harus berkeadilan untuk semua pihak. Jangan sampai timpang, karena nanti regulasinya akan diterapkan ke daerah juga,” ujarnya.

Komunitas tersebut membawa empat tuntutan: menolak potongan komisi 10 persen, menolak status karyawan bagi mitra, menuntut pelibatan pengemudi lapangan dalam penyusunan regulasi, dan meminta payung hukum yang adil bagi semua pihak. Aspirasi mereka diterima Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, yang berjanji meninjau ulang substansi rancangan peraturan presiden dan melibatkan komunitas pengemudi dalam pembahasan berikutnya.

Sepanjang November 2025, aksi penolakan tercatat terjadi di Makassar, Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan beberapa kota lain. Para pengemudi menilai rancangan regulasi belum menggambarkan kondisi operasional dan tantangan pengemudi di lapangan. Fleksibilitas kerja, pola kemitraan, dan struktur biaya aplikator disebut sebagai elemen fundamental dalam ekosistem transportasi online saat ini.

Pemerintah menyatakan proses penyusunan regulasi masih berlangsung dan masukan dari pengemudi, perusahaan aplikator, serta DPR sedang dicari titik temu. Tantangan utama pemerintah adalah menjaga keseimbangan antara perlindungan pengemudi dan keberlanjutan bisnis aplikator, tanpa menekan ruang fleksibilitas sektor transportasi digital.

Komisi V DPR RI, BBWS, dan Pemkot Makassar Tata Kota Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Keputusan pemerintah dalam beberapa waktu mendatang akan menentukan arah kebijakan transportasi online nasional dan pengaruhnya terhadap jutaan pengguna layanan serta ratusan ribu pengemudi di seluruh Indonesia.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom