Manyala – Perpustakaan Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) melaksanakan kegiatan benchmarking kelembagaan ke Perpustakaan Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) yang berlokasi di Jl. Kramat Raya No.98, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu layanan informasi, Pengelolaan teknologi informasi khususnya pada pengembangan repository institusi dan sistem perpustakaan digital (e-library).
Dalam kunjungan tersebut, tim Perpustakaan ITH yang diwakili oleh Mardhiyyah Rafrin, ST., M.Sc dan Hijriani, S.I.P. diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Non Akademik, Bapak Adi Supriyatna, M.Kom, serta Kepala Perpustakaan ibu Novita Indriani dan para pengelola Perpustakaan Universitas BSI.
Pada kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang Non Akademik menyampaikan sambutan dan ucapan selamat datang, sekaligus menegaskan komitmen Universitas BSI dalam meningkatkan kualitas dan pengembangan layanan perpustakaan, terutama melalui penerapan praktik terbaik di bidang manajemen informasi.
Kegiatan kemudian diawali dengan pemaparan profil Universitas BSI, yang dilanjutkan dengan presentasi mengenai profil dan layanan Perpustakaan UBSI.
Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa Perpustakaan UBSI memiliki jaringan layanan yang luas dan terstruktur, mencakup berbagai kampus di kawasan Jabodetabek serta unit layanan perpustakaan di Kalimantan, yang seluruhnya terintegrasi dalam satu sistem pengelolaan informasi perpustakaan. Integrasi ini memungkinkan standarisasi layanan, keseragaman proses operasional, serta peningkatan kualitas akses informasi bagi seluruh sivitas akademika Universitas BSI.
Selain itu, tim ITH memperoleh gambaran komprehensif terkait pengembangan e-library sebagai pusat layanan sumber informasi digital. Perpustakaan Universitas BSI memaparkan pengelolaan langganan e-journal, e-book, serta platform e-resource lainnya.
Kegiatan benchmarking turut mencakup peninjauan langsung terhadap fasilitas layanan, ruang baca, ruang diskusi mahasiswa, dan sistem otomasi perpustakaan.
Melalui kunjungan ini, Tim perpustakaan ITH memperoleh berbagai praktik baik (best practices) yang dapat diadaptasi untuk penguatan layanan perpustakaan, khususnya pada transformasi digital dan peningkatan akses informasi ilmiah.
Perpustakaan ITH berharap hasil benchmarking ini menjadi dasar penyusunan rencana pengembangan layanan berbasis digital yang lebih efektif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan pemustaka.
Kegiatan ditutup dengan komitmen untuk melanjutkan upaya pengembangan literasi informasi, penguatan repository, serta optimalisasi layanan e-library perpustakaan.
































