Polemik Video Sri Mulyani: Benarkah Guru Disebut Beban Negara? Ini Fakta yang Sebenarnya

Polemik Video Sri Mulyani: Benarkah Guru Disebut Beban Negara? Ini Fakta yang Sebenarnya - Mulyani - Gambar 117
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menyinggung rendahnya gaji guru dan dosen di Indonesia memicu gelombang kritik publik.

Manyala.co – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh isu yang menyangkut dunia pendidikan, tepatnya soal gaji guru dan pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Pada Selasa (19/8/2025), kata “guru” menjadi trending topic di platform X setelah beredarnya potongan video yang menampilkan pidato Sri Mulyani dalam Konvensi Sains dan Teknologi 2025 (KSTI) di Bandung pada 7 Agustus lalu. Potongan video tersebut memunculkan klaim bahwa Menkeu menyebut “guru beban negara”.

Namun setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata klaim tersebut tidak sesuai dengan isi pidato aslinya. Dalam rekaman lengkap yang didengar dari awal hingga akhir, tidak ada satu kali pun Sri Mulyani mengucapkan kalimat “guru beban negara”. Apa yang ia sampaikan sebenarnya berbeda jauh dengan narasi yang berkembang di media sosial.

Sri Mulyani dalam kesempatan itu berbicara mengenai klaster anggaran pendidikan yang memang menyedot porsi besar dari APBN. Ia menyinggung bagaimana belanja negara di sektor pendidikan terbagi, mulai dari gaji, tunjangan kinerja, hingga program-program peningkatan kualitas tenaga pendidik. Menurutnya, banyak masyarakat yang merasa guru dan dosen tidak sepenuhnya dihargai, sebab gaji yang diterima tidaklah besar.

“Kalau kita lihat belanjanya, dari gaji sampai dengan tunjangan kinerja, ini adalah salah satu bentuk tantangan bagi keuangan negara. Banyak juga masyarakat yang bilang, jadi guru atau dosen gajinya tidak besar, sehingga terkesan tidak dihargai,” ucap Sri Mulyani dalam pidatonya.

Ia kemudian menambahkan bahwa diskusi soal pembiayaan sektor pendidikan masih relevan untuk terus dibicarakan. Apakah sepenuhnya akan terus ditanggung oleh keuangan negara melalui APBN, ataukah ke depan perlu melibatkan partisipasi masyarakat dalam skema tertentu. Pandangan tersebut bukanlah bentuk pelabelan bahwa guru adalah “beban”, melainkan peringatan mengenai keberlanjutan fiskal negara dalam jangka panjang.

Terpilih Jadi Ketua IKATSI Unhas, Andi Subhan Mustari Raih Mayoritas Suara Angkatan Alumni

Selain soal gaji, Sri Mulyani juga sempat mengulas topik tunjangan kinerja bagi tenaga pengajar di perguruan tinggi. Ia mempertanyakan apakah sistem tunjangan akan otomatis diberikan kepada semua dosen, ataukah harus berbasis pada kinerja dan pencapaian akademik. Menurutnya, ini menjadi ranah diskusi antara pemerintah dengan perguruan tinggi agar sistem lebih adil dan transparan.

Sebagai informasi, pada tahun anggaran 2025, pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp724,3 triliun, atau sekitar 20 persen dari total belanja negara. Jumlah ini konsisten dengan amanat konstitusi yang mewajibkan minimal seperlima dari APBN diarahkan untuk sektor pendidikan. Dana tersebut mencakup belanja pegawai, peningkatan fasilitas pendidikan, beasiswa, hingga program-program pemerataan kualitas belajar di seluruh Indonesia.

Namun persoalan muncul ketika sebagian warganet menafsirkan kata “tantangan keuangan negara” dalam pidato Sri Mulyani sebagai “beban negara”. Potongan video yang beredar di media sosial pun seolah menguatkan narasi itu, padahal faktanya tidak demikian. Beberapa akun di X bahkan menyebarkan klaim dengan menuliskan, “Menkeu sebut guru beban negara”, yang kemudian menuai ribuan komentar miring dari publik.

Meski begitu, tidak sedikit pula yang meragukan keaslian potongan video tersebut. Beberapa pihak mencoba melakukan verifikasi, salah satunya Grok, sebuah AI di platform X, yang menegaskan bahwa Sri Mulyani tidak pernah secara eksplisit menyebut guru sebagai beban negara. Grok menjelaskan bahwa yang disampaikan Menkeu adalah tentang rendahnya gaji guru dan dosen yang dianggap sebagai tantangan dalam pembiayaan negara, bukan pernyataan langsung bahwa mereka adalah beban.

“Tidak, Sri Mulyani tidak pernah mengatakan guru adalah beban negara. Dalam pidatonya di KSTI ITB, ia menyebutkan bahwa gaji guru dan dosen rendah merupakan tantangan bagi keuangan negara, sekaligus mempertanyakan apakah beban tersebut sepenuhnya ditanggung APBN atau juga bisa dilibatkan partisipasi masyarakat,” tulis penjelasan Grok di X.

Bukan Menggusur, Wali Kota Munafri Arifuddin Tata Kota dengan Solusi Relokasi PKL

Kontroversi ini memperlihatkan betapa sensitifnya isu pendidikan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan guru. Penyebaran potongan video tanpa konteks lengkap berpotensi memicu kesalahpahaman publik dan bahkan merusak kepercayaan terhadap pemerintah.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa isu “guru beban negara” yang ramai di media sosial hanyalah kesalahpahaman akibat pemotongan video pidato. Faktanya, Sri Mulyani sedang menekankan pentingnya mencari solusi pembiayaan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, tanpa pernah melabeli mereka sebagai beban.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

03

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Kolom