Manyala.co – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kerja sama bidang maritim dan pendidikan saat bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Kantor PM Inggris, 10 Downing Street, Selasa (20/1). Pertemuan ini bertujuan menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Kerja sama bidang maritim mencakup pembangunan kapal tangkap ikan untuk nelayan Indonesia. Nota kesepahaman ini diharapkan mendukung perekonomian lokal dan melindungi potensi sumber daya perikanan, mengingat sekitar dua pertiga wilayah Indonesia terdiri dari laut. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menekankan, program ini akan memperbanyak kapal tangkap ikan yang dibutuhkan puluhan ribu unit untuk memenuhi kebutuhan nelayan.
Di sektor pendidikan, Pemerintah Indonesia berencana menjalin kerja sama dengan Russel Group, konsorsium 24 universitas papan atas Inggris. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menjelaskan kerja sama ini difokuskan hanya pada institusi yang memiliki reputasi akademik tertinggi di Inggris. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan riset di Indonesia.
Selain Presiden Prabowo, beberapa menteri Kabinet Indonesia hadir dalam pertemuan, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
PM Starmer menyatakan kegembiraannya atas hubungan erat dan kerja sama yang telah terjalin antara Inggris dan Indonesia, menekankan komitmen kedua negara untuk memperkuat kemitraan di berbagai bidang strategis, termasuk ekonomi, pendidikan, dan kelautan.
Kerja sama ini mencerminkan upaya Indonesia memperkuat sektor maritim dan pendidikan melalui kolaborasi internasional. Kebutuhan kapal tangkap ikan dan peningkatan kapasitas pendidikan tinggi menjadi fokus prioritas untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan daya saing nasional.
Hingga laporan ini diturunkan, penandatanganan resmi MoU antara Indonesia dan Inggris dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama. Belum ada rincian tambahan terkait nilai proyek kapal tangkap ikan maupun jumlah mahasiswa yang akan mengikuti program pendidikan dari kerja sama dengan Russel Group.
































