Prabowo Dinilai Punya Potensi Dorong Perdamaian Global, Pengamat Sebut Bisa Jadi Figur Penyeimbang di Tengah Ego Pemimpin Dunia

Prabowo Dinilai Punya Potensi Dorong Perdamaian Global, Pengamat Sebut Bisa Jadi Figur Penyeimbang di Tengah Ego Pemimpin Dunia - Global - Gambar 998
Presiden Prabowo Subianto adalah figur ketujuh yang bisa menjadi penghubung antara negara-negara besar.

Manyala.co – Di tengah meningkatnya tensi konflik antara Iran dan Israel, sejumlah tokoh dunia menjadi pusat perhatian karena dinilai memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah perdamaian global. Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyebut bahwa masa depan keamanan dunia saat ini berada di tangan lima pemimpin kuat, yakni Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden China Xi Jinping.

Namun, pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, memandang bahwa kelima tokoh tersebut meski memiliki kekuatan dan pengaruh, tetap menyimpan satu kelemahan krusial: ego yang tinggi. Menurutnya, hal ini justru dapat menjadi hambatan serius dalam membentuk konsensus damai yang adil dan berkelanjutan.

“Para pemimpin tersebut memang sudah teruji dalam menangani isu-isu krusial, tetapi dominasi ego mereka menyulitkan tercapainya kesepakatan kolektif,” ujar Rezasyah kepada awak media pada Jumat, 20 Juni 2025.

Karena itu, ia menilai dunia saat ini membutuhkan figur-figur tambahan yang bisa bertindak sebagai penengah, pembawa pesan damai, dan penjembatan antara kepentingan-kepentingan besar tersebut. Dua sosok yang disebutkan Rezasyah sebagai potensial adalah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden RI saat ini, Prabowo Subianto.

Menurutnya, Antonio Guterres memiliki posisi strategis sebagai pemimpin lembaga internasional yang bersifat netral, sedangkan Prabowo dinilai memiliki perpaduan kharisma nasional dan kredibilitas internasional yang bisa berkontribusi pada diplomasi global.

China Perkuat Ketahanan Energi Hadapi Krisis Minyak Global

“Prabowo Subianto adalah figur ketujuh yang bisa menjadi penghubung antara negara-negara besar. Beliau punya kapasitas untuk membangun solidaritas di antara negara berkembang dan negara maju,” kata Rezasyah.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia, dengan warisan sejarah diplomatiknya, bisa mengambil peran lebih aktif dalam mendorong penyelesaian damai. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan forum Majelis Umum PBB untuk menyuarakan penolakan terhadap penggunaan senjata nuklir dalam penyelesaian konflik global.

“Indonesia harus kembali meneguhkan posisinya sebagai pelopor perdamaian dunia, dengan menghidupkan kembali semangat Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 yang menekankan pentingnya penyelesaian damai dan prinsip non-intervensi,” tegasnya.

Sementara itu, SBY dalam pernyataan yang ia unggah melalui platform X pada Kamis (19/6), menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi eskalasi perang Iran-Israel. Menurutnya, bila konflik ini tidak dikendalikan, dunia bisa berada di ambang bencana besar.

“Situasi di Timur Tengah kian memburuk. Jika perang Iran-Israel tak bisa dikendalikan, risiko kehancuran global semakin nyata,” tulis SBY.

Ribuan Warga Padati Lapangan Karebosi, Munafri Arifuddin Ajak Perkuat Persatuan di Hari Raya

Mantan Presiden RI dua periode itu menyatakan bahwa nasib dunia saat ini, setidaknya dari sisi keamanan dan perdamaian, berada di tangan lima pemimpin kuat. Ia pun menyoroti pentingnya kepemimpinan yang mampu menahan diri, bijak, dan berorientasi pada perdamaian, bukan dominasi.

Melalui diskusi ini, muncul gagasan bahwa Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, berpeluang mengambil peran lebih besar di panggung internasional. Bukan sebagai negara adidaya, tetapi sebagai kekuatan moral dan diplomatik yang mendorong penyelesaian konflik lewat jalur dialog dan konsensus.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom