Manyala.co – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa hingga Rabu malam waktu setempat, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menghasilkan sekitar 59,8 juta porsi makanan setiap hari. Program tersebut menyasar anak-anak, ibu, serta lansia yang tinggal sendiri di berbagai wilayah Indonesia.
“Hingga tadi malam, kami telah memproduksi 59,8 juta porsi makanan untuk 59,8 juta anak-anak, ibu, dan lansia yang tinggal sendirian. Mereka menerima makanan ini setiap hari,” kata Prabowo dalam pidatonya pada forum tahunan World Economic Forum 2026 di Davos, Kamis (22/1/2026).
Dalam forum ekonomi global yang dihadiri para pemimpin negara, pelaku industri, dan organisasi internasional tersebut, Prabowo membandingkan capaian MBG dengan skala produksi jaringan makanan cepat saji global McDonald’s. Ia menyebut bahwa McDonald’s memproduksi sekitar 68 juta porsi makanan per hari secara global.
“Sebagai perbandingan, dalam waktu sekitar satu bulan, kita akan melampaui angka 68 juta makanan per hari milik McDonald’s,” ujar Prabowo.
Prabowo menjelaskan bahwa program MBG telah dirintis sejak Januari 2025 sebagai bagian dari kebijakan nasional untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mengurangi ketimpangan akses pangan. Pemerintah Indonesia menargetkan produksi MBG dapat mencapai 82,9 juta porsi makanan per hari.
Target tersebut, menurut Prabowo, diharapkan tercapai sebelum akhir 2026. Namun, ia menyampaikan bahwa tim pelaksana di dalam negeri memperkirakan capaian tersebut dapat direalisasikan lebih cepat dari jadwal awal.
“Kami berharap dapat mencapai 82,9 juta pada akhir Desember 2026. Tetapi orang-orang saya mengatakan, tidak, Pak, kami akan mencapai 82,9 juta sebelum Desember,” kata Prabowo.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti perbedaan skala waktu antara pertumbuhan MBG dan McDonald’s. Ia menyebut bahwa McDonald’s memulai operasional dapur pertamanya pada sekitar 1940 dan membutuhkan lebih dari lima dekade untuk mencapai kapasitas produksi harian sebesar 68 juta porsi.
Sebaliknya, program MBG, menurut Prabowo, berpotensi mencapai produksi harian yang lebih tinggi dalam kurun waktu kurang dari dua tahun sejak dirintis. Perbandingan tersebut disampaikan sebagai ilustrasi skala dan kecepatan implementasi kebijakan sosial di Indonesia.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintah Indonesia yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi, terutama bagi kelompok rentan. Program ini juga dikaitkan dengan upaya jangka panjang pemerintah dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan produktivitas nasional.
Hingga saat ini, belum ada keterangan rinci mengenai total anggaran yang telah terserap maupun dampak ekonomi makro dari program tersebut. Pemerintah juga belum merinci mekanisme pengawasan dan evaluasi distribusi MBG secara nasional. Informasi lanjutan terkait realisasi target dan verifikasi data produksi masih menunggu laporan resmi dari lembaga terkait.
































