Presiden Prabowo: Undang-Undang Harus Dibahas Lebih Terbuka dan Transparan

Prabowo Tegaskan Tak Ada Niat Kembalikan Dwifungsi TNI Lewat Revisi UU -  - Gambar 2134
Presiden Prabowo Subianto bertemu 6 pemred di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025). Apa isi pertemuan pemred dan Prabowo? (Dok. Instagram Prabowo)

Manyala.co – Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan memberi perhatian khusus terhadap pembahasan undang-undang yang dinilai kurang melibatkan partisipasi masyarakat. Hal ini ia sampaikan saat berdiskusi dengan enam pemimpin redaksi media di kediamannya, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Minggu (6/4/2025).

“Kita punya sistem politik. Bahwa semua Undang-Undang itu dibahas oleh semua partai politik yang dipilih oleh rakyat. Kan, begitu, kan? Jadi, itu ya. Tetapi, terima kasih masukan itu. Saya akan kasih perhatian khusus sekarang,” ujar Prabowo, dikutip dari Kompas.id, Senin (7/4/2025).

Menanggapi kritik mengenai pembahasan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang tidak dilakukan secara terbuka, bahkan kerap dilakukan di luar Gedung DPR, Prabowo menegaskan perlunya perbaikan. Ia menyoroti pentingnya transparansi dalam proses legislasi ke depan.

“Oke, mekanisme itu kami perbaiki. Tetapi, kan, ada naskah-naskah karangan yang beredar. Oke, ada 80 persen (dalam koalisi pemerintah). Tetapi, kalau mereka tidak setuju, bagaimana? Dalam arti, mari kita koreksi itu. Kalau tidak puas dengan transparansi, mari kita bikin transparan,” tegasnya.

Sebelumnya, kritik serupa datang dari Direktur LBH Semarang, Arif Syamsudin. Ia menyampaikan pentingnya partisipasi publik dan transparansi dalam proses penyusunan kebijakan, terutama undang-undang.

Ribuan Warga Padati Lapangan Karebosi, Munafri Arifuddin Ajak Perkuat Persatuan di Hari Raya

“Demokrasi dan negara hukum mengharuskan adanya partisipasi publik dan transparansi dalam setiap proses kebijakan,” ujarnya.

Arif juga menyoroti bahwa praktik pembahasan RUU secara tertutup dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif dan eksekutif.

“Jika DPR dan pemerintah terus melakukan hal seperti ini, indeks kepercayaan masyarakat akan turun drastis. Kita sudah melihat contohnya dalam beberapa kebijakan strategis di awal periode pemerintahan ini, seperti efisiensi anggaran dan rencana kenaikan PPN menjadi 12 persen,” pungkas Arif.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Khamenei Gugur dalam Serangan Militer AS–Israel di Teheran

02

Pererat Silaturahmi Alumni, IKA Teknik Sipil Unhas Gelar Halal Bi Halal 2026

03

Buka Puasa Penuh Inovasi! RT 08 Permata Hijau Lestari Resmi Luncurkan Gerakan Wanita Tani 08

04

Bareng Daeng Guard, Story Gym Makassar Bagikan 1.000 Paket Takjil Ramadhan ke Masyarakat

05

KKG PJOK Tallo Jajaki Kolaborasi Program dengan Pemerintah Kecamatan

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Kolom