Manyala.co – Perjalanan politik Ahmad Ali kini memasuki babak baru. Mantan Wakil Ketua Umum Partai Nasdem itu resmi bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Jumat (26/9/2025), dan langsung dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Ketua Harian DPP PSI.
Dalam pelantikan yang digelar di Jakarta Pusat dan dipimpin Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Ahmad Ali menyatakan langkahnya ini sebagai wujud keyakinan terhadap masa depan PSI. Posisi Ketua Harian yang kini diembannya dinilai krusial dalam arah kebijakan partai.
Berdasarkan data Fraksi Nasdem DPR RI, Ahmad Ali lahir di Wosu, Morowali, Sulawesi Tengah pada 16 Mei 1969. Ia menempuh pendidikan di Universitas Tadulako pada 1993, aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palu sejak 1998, dan setahun kemudian bergabung di Pemuda Pancasila Cabang Sulawesi Tengah.
Sebelum terjun penuh ke politik, Ahmad Ali mengawali kariernya sebagai pengusaha. Ia memimpin sejumlah perusahaan di bidang tambang, agribisnis, hingga biro perjalanan, antara lain PT Graha Mining Utama, PT Graha Agro Utama, PT Graha Istika Utama, serta PT Tadulako Dirgantara Travel. Pengalaman itu membawanya menjadi pengurus Kadin Sulawesi Tengah.
Langkah politiknya dimulai pada 2009 saat terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Morowali. Empat tahun kemudian, ia resmi bergabung dengan Nasdem dan menjabat sebagai Ketua DPW Sulawesi Tengah periode 2013–2018. Dari situ, kariernya menanjak ke tingkat nasional.
Pada Pemilu 2019, Ahmad Ali terpilih sebagai anggota DPR RI dari dapil Sulawesi Tengah dan duduk di Komisi VII yang membidangi energi, mineral, serta lingkungan hidup. Ia juga dipercaya menjadi Ketua Kelompok Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Di internal Nasdem, ia sempat menjabat Bendahara Umum sebelum akhirnya diangkat sebagai Wakil Ketua Umum untuk periode 2019–2024.
Tak hanya dirinya, keluarga Ahmad Ali juga terjun ke panggung politik. Istrinya, Nilam Sari Lawira, menjabat Ketua DPRD Sulawesi Tengah dari Fraksi Nasdem pada 2019–2024. Sementara putranya, Moh. Anugrah Pratama, ikut mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kota Palu dari Nasdem pada Pemilu 2024.
Kiprah politik Ahmad Ali makin menonjol ketika dipercaya menjadi Kepala Pelatih Tim Nasional Pemenangan pasangan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (Amin) pada Pilpres 2024. Pengumuman itu disampaikan langsung Anies Baswedan pada 21 November 2023 di Jalan Diponegoro, Jakarta. “Head coach yang akan bertugas adalah bapak Ahmad Ali,” ujar Anies kala itu. Sejak itu, wajah Ahmad Ali kerap muncul di layar kaca untuk memberikan pernyataan terkait strategi tim pemenangan.
Namun, di tengah perjalanan politiknya, Ahmad Ali sempat terseret pusaran kasus hukum. Pada Februari 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumahnya terkait kasus mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. “Lokasi penggeledahan adalah rumah Ahmad Ali,” kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, 4 Februari 2025.
Kasus tersebut berawal dari dugaan gratifikasi tambang batubara senilai Rp110 miliar dan suap perizinan perkebunan sawit yang menjerat Rita Widyasari. Mantan bupati itu divonis 10 tahun penjara dan denda Rp600 juta, dengan subsider enam bulan kurungan. Rita disebut menerima 3–5 dolar AS per metrik ton batubara yang diproduksi.
Meski begitu, Ahmad Ali tetap bertahan di panggung politik. Langkah hengkang dari Nasdem dan berlabuh ke PSI kini menjadi sorotan besar, mengingat rekam jejaknya sebagai elite partai lama sekaligus figur berpengaruh di Sulawesi Tengah.
Kini, dengan posisinya sebagai Ketua Harian PSI, Ahmad Ali dipandang akan menjadi salah satu motor penggerak partai yang tengah berupaya memperkuat basis dukungan politik di tingkat nasional.
































