Manyala.co – Yasika Aulia Ramadhani, 20 tahun, menjadi perhatian publik setelah terlibat dalam pengelolaan 41 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Sulawesi Selatan. Ia merupakan putri Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yasir Machmud, dan membina Yayasan Yasika Group yang menjadi operator puluhan dapur tersebut.
Menurut data yang disampaikan Yasika, dapur MBG yang dikelola yayasannya tersebar di 16 lokasi di Kota Makassar, tiga dapur di Kota Parepare, dua dapur di Kabupaten Gowa, serta 10 dapur baru di Kabupaten Bone. Terdapat pula tiga dapur tambahan yang masih dalam tahap penyelesaian di beberapa kecamatan di Bone.
Pada Jumat, 14 November 2025, Yasika meresmikan 10 dapur baru di Bone. Acara peresmian dipusatkan di Jalan Merdeka, Kelurahan Manurungnge, Kecamatan Tanete Riattang. Dalam sambutannya, ia menyatakan telah mengoperasikan total 41 dapur sejak awal 2025.
“Sejak 6 Januari 2025, kami memulai dari Makassar sebagai pelopor makanan bergizi di Sulsel,” kata Yasika. Ia menambahkan bahwa program tersebut bertujuan mempercepat pemenuhan gizi masyarakat melalui inisiatif Asta Cita MBG.
Yasika menegaskan bahwa pengelolaan dapur MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi. Saat ini, 17 dapur beroperasi penuh dengan masing-masing menyerap sekitar 50 pekerja, sehingga total sekitar 850 tenaga kerja terlibat. Hingga kini, penerima manfaat program MBG dilaporkan mencapai 60.000 orang. Ia menyebut bangunan dapur dirancang dengan standar tinggi untuk masa pakai 30–35 tahun dan dilengkapi peralatan modern dari Gastro.
“Dapur-dapur MBG menggerakkan ekonomi lokal karena seluruh bahan baku dipasok dari petani, peternak, dan pekebun,” ujarnya.
Acara peresmian turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, serta beberapa legislator Sulsel. Dalam sambutannya, Fatmawati mengapresiasi kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta dalam memperluas layanan pemenuhan gizi.
“Selamat atas peresmian SPPG dan 10 dapur bergizi di Bone. Ini adalah bukti komitmen pemerintah dan mitra daerah,” katanya.
Fatmawati juga memuji kontribusi Yasika Group dalam pengembangan ekonomi lokal. Ia menilai kehadiran lebih dari 40 dapur menjadi bukti kontribusi nyata keluarga Yasir Machmud dalam memperluas akses makanan bergizi dan lapangan kerja. “SPPG memberikan multiefek ekonomi, menekan pengangguran, sekaligus memastikan kecerdasan dan kesehatan anak,” ujarnya.
Meski mendapat apresiasi, pengelolaan 41 dapur oleh Yasika Group menuai sorotan publik. Kritik muncul karena Yasika yang masih berusia 20 tahun mengelola puluhan dapur MBG, serta keterkaitannya dengan posisi politik ayahnya. Selain itu, aturan Badan Gizi Nasional (BGN) membatasi satu yayasan hanya boleh mengelola maksimal 10 dapur, sehingga jumlah yang dikelola Yasika Group dinilai melebihi ketentuan.
Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulsel, Marji Rumpak, enggan menanggapi polemik tersebut. “Aduh, saya tidak bisa berkomentar soal itu,” katanya saat dihubungi Selasa, 18 November 2025. Liputan6.com juga mencoba meminta konfirmasi kepada Yasir Machmud dan Yasika, namun hingga berita ini diterbitkan, keduanya tidak memberikan respons.
































