Manyala.co – Rusia mengirimkan sekitar 13 ton bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan ke Iran melalui wilayah Azerbaijan, menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di Timur Tengah setelah serangan militer terhadap Teheran pada akhir Februari 2026.
Pengiriman bantuan tersebut dikoordinasikan oleh Kementerian Situasi Darurat Rusia atas instruksi Presiden Vladimir Putin.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh kantor berita Anadolu Agency, kementerian itu menjelaskan bahwa bantuan obat-obatan terlebih dahulu dikirim ke Azerbaijan sebelum diteruskan kepada perwakilan resmi pemerintah Iran.
“Unit penerbangan Kementerian Situasi Darurat Rusia mengatur pengiriman obat-obatan ke Republik Azerbaijan untuk kemudian diserahkan kepada perwakilan resmi pemerintah Republik Islam Iran,” demikian isi pernyataan tersebut.
Pengiriman bantuan dilakukan ketika situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih berada pada tingkat ketegangan tinggi.
Eskalasi konflik meningkat setelah serangan militer yang dilaporkan dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan besar di sejumlah wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran.
Dalam laporan awal yang beredar, serangan itu disebut mengakibatkan lebih dari 1.300 korban tewas.
Korban tersebut termasuk Ali Khamenei, yang selama ini dikenal sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran.
Namun hingga kini belum seluruh detail mengenai jumlah korban maupun kerusakan yang terjadi dapat diverifikasi secara independen.
Sebagai respons terhadap serangan tersebut, pemerintah Iran meluncurkan serangkaian serangan balasan.
Serangan itu menggunakan drone serta rudal yang menargetkan wilayah Israel dan sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.
Aksi saling serang antara kedua pihak terus berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Jumat (13/3) mengumumkan peluncuran gelombang ke-45 dari operasi militer yang mereka sebut sebagai Operasi True Promise 4.
Operasi tersebut disebut menargetkan fasilitas militer milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai dampak terbaru dari serangan tersebut.
Pengiriman bantuan kemanusiaan oleh Rusia dipandang sebagai bagian dari upaya memberikan dukungan kemanusiaan kepada Iran di tengah meningkatnya tekanan akibat konflik regional.
Rusia dan Iran selama ini memiliki hubungan diplomatik dan kerja sama strategis di berbagai bidang, termasuk keamanan regional dan energi.
Namun hingga Minggu pagi belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran mengenai penerimaan bantuan tersebut maupun distribusi obat-obatan kepada fasilitas kesehatan di dalam negeri.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih terus dipantau oleh berbagai pihak internasional karena dikhawatirkan dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas.
































