Manyala.co – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mendengarkan dan mencatat keluhan pengungsi banjir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, saat Presiden Prabowo Subianto meninjau posko pengungsian, Kamis, untuk memastikan pemulihan berjalan sesuai kebutuhan warga.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Posko Pengungsi SD 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, diwarnai interaksi intens antara jajaran pemerintah dan para pengungsi. Saat presiden menyapa warga dan berdialog langsung, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terlihat duduk dikelilingi para ibu pengungsi, mendengarkan kebutuhan mereka satu per satu. Teddy mencatat berbagai keluhan yang disampaikan, mulai dari kebutuhan dasar hingga kondisi hunian sementara.
Berdasarkan keterangan dari akun media sosial Sekretariat Kabinet, kunjungan tersebut merupakan kunjungan kedua Presiden Prabowo ke Sumatera Barat setelah wilayah itu terdampak banjir. Sebelumnya, Prabowo tercatat telah tiga kali mengunjungi Provinsi Aceh dan dua kali mendatangi Sumatera Utara untuk memantau penanganan bencana serupa.
Dalam dialognya dengan pengungsi, Prabowo menyampaikan bahwa kondisi di lapangan mulai menunjukkan perbaikan. Ia menyebut seluruh pihak terkait bekerja keras agar proses pemulihan berjalan lebih cepat. Presiden juga menyatakan rasa syukurnya karena pembangunan hunian sementara bagi pengungsi telah dimulai.
“Hunián sementara (selesai) satu bulan, supaya bapak-bapak dan ibu semua tidak perlu lagi tinggal di tenda. Setelah itu, kami akan bangun hunian tetap,” kata Prabowo di hadapan para pengungsi. Ia menambahkan bahwa hunian tetap yang direncanakan pemerintah memiliki luas sekitar 70 meter persegi, meski tidak merinci spesifikasi teknis hunian sementara.
Konsep hunian sementara bagi pengungsi banjir sebelumnya dijelaskan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto. Menurutnya, hunian sementara atau huntara dibangun dengan tipe bangunan 36, memiliki luas 8 x 5 meter. Setiap unit dilengkapi kamar mandi dan toilet.
“Harganya (hunian sementara) sekitar 30 juta. Satu huntara, hunian sementara ada WC, kamar mandi,” ujar Suharyanto saat rapat koordinasi penanganan bencana di Banda Aceh pada 7 Desember 2025. Huntara tersebut direncanakan dibangun oleh Satuan Tugas TNI-Polri, sementara proses relokasi ke hunian tetap akan ditangani Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Selain meninjau fasilitas pengungsian, Prabowo juga menyempatkan diri mengunjungi dapur umum. Presiden terlihat menyantap nasi goreng yang disiapkan untuk para pengungsi. Menu tersebut disajikan oleh prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas di lokasi. “Ini (menunya) nasi goreng karena saya yang datang ya?” kata Prabowo, disambut tawa prajurit yang berada di sekitarnya.
Prabowo memuji rasa makanan tersebut. “Lumayan, enak!” ujarnya, sambil melanjutkan santap siang. Momen tersebut berlangsung dalam suasana santai dan akrab di tengah kunjungan resmi penanganan bencana.
Dalam pernyataannya kepada pengungsi, Prabowo menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bertujuan memastikan warga tidak menghadapi dampak bencana sendirian. “Saya ingin menyampaikan kalian tidak sendiri. Kami akan bekerja untuk kalian semua,” katanya.
Berdasarkan data BNPB, hingga Rabu, total korban meninggal dunia akibat banjir di Pulau Sumatra mencapai 1.059 jiwa. Selain itu, sekitar 7.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Hingga Kamis malam, belum ada pembaruan resmi mengenai jumlah pengungsi maupun jadwal pasti penyelesaian seluruh hunian sementara di wilayah terdampak.
































