Manyala.co – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi pengungsian warga terdampak banjir di MTs Negeri 1 Langkat, Tanjung Pura, Sumatra Utara, Sabtu, dan menegaskan komitmen pemerintah memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi.
Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB dan disambut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Kunjungan tersebut dilakukan di tengah upaya penanganan darurat banjir yang telah berlangsung lebih dari dua pekan di sejumlah wilayah Kabupaten Langkat.
Memasuki area pengungsian, Presiden menyapa para penyintas yang sejak pagi menunggu kedatangannya. Ia menyalami warga satu per satu dan berdialog singkat dengan penyintas serta petugas yang berjaga di posko pengungsian.
Dalam pernyataannya, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah akan segera menindaklanjuti berbagai kekurangan yang masih ditemukan di lokasi pengungsian. Salah satu fokus utama adalah pemenuhan kebutuhan air bersih untuk keperluan dapur umum, sanitasi, dan pembersihan sisa lumpur akibat banjir.
“Segala kekurangan yang kita temukan akan kita atasi, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan air bersih,” kata Presiden di hadapan para penyintas.
Presiden juga menegaskan bahwa kementerian dan lembaga terkait akan terus bekerja secara terpadu dalam penanganan bencana. Ia menyebut BNPB, Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, serta Pemerintah Provinsi Sumatra Utara sebagai bagian dari upaya bersama tersebut.
Dalam arahannya, Presiden menekankan perlunya prioritas khusus bagi kelompok rentan di pengungsian, termasuk lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak. “Prioritaskan kelompok rentan, lansia, ibu hamil dan anak-anak di pengungsian,” ujarnya.
Selama kunjungan yang berlangsung sekitar setengah hari, Presiden mengamati perkembangan penanganan darurat dan menyatakan telah terjadi sejumlah kemajuan dibandingkan kondisi sebelumnya. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara masyarakat terdampak dan petugas di lapangan dalam menghadapi situasi krisis.
“Syukurlah keadaan berangsur-angsur membaik dari yang terakhir saya datang,” ungkap Presiden.
Presiden menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi di Langkat hingga seluruh warga terdampak dapat kembali ke kehidupan normal. Ia menyatakan pemerintah akan memberikan dukungan yang dibutuhkan sampai proses pemulihan selesai.
“Saya akan terus memantau keadaan. Karena kami adalah keluargamu. Kami tidak akan meninggalkanmu,” kata Presiden.
Menutup kunjungan tersebut, Presiden menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas dan relawan yang terlibat dalam penanganan banjir selama belasan hari terakhir. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan unsur relawan menjadi kunci dalam merespons bencana.
“Terima kasih kepada seluruh petugas dan relawan yang telah bekerja keras selama belasan hari di lokasi bencana,” ujarnya.
Kunjungan Presiden didampingi sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Sekretaris Kabinet Letkol Infanteri Teddy Indra Wijaya, serta Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution. Hingga Sabtu sore, belum ada pembaruan resmi terkait data jumlah pengungsi dan kerugian akibat banjir.

































