Manyala.co – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ditandai dengan serangkaian kebijakan sosial yang menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Pemerintah mengedepankan kepedulian terhadap kelompok rentan melalui program Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), serta rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dalam peluncuran Sekolah Rakyat di Jakarta pada 22 Agustus 2025, Presiden Prabowo tampak haru ketika menyaksikan video kisah Sofia Rorista Angel, siswi asal Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sofia, yang sebelumnya hidup dalam kemiskinan ekstrem, kini dapat bersekolah di asrama Sekolah Rakyat berkat program pendidikan gratis tersebut.
“Anak orang miskin tidak boleh miskin. Ia harus bangkit dan menolong orang tuanya,” ujar Prabowo pada 13 Maret 2025. Hingga September 2025, tercatat 165 Sekolah Rakyat telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia, dengan target pembangunan tambahan 100 sekolah baru per tahun. Pemerintah menargetkan 500 sekolah rakyat berdiri hingga 2030 untuk menjangkau daerah-daerah termiskin.
Selain pendidikan, pemerintah juga menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini bertujuan mengatasi masalah stunting yang masih tinggi di sejumlah wilayah. Presiden Prabowo mengaku ide program ini muncul dari pengalamannya berkeliling ke daerah dan menemukan banyak anak-anak kekurangan gizi.
Hingga pertengahan Oktober 2025, sebanyak 11.900 dapur MBG telah beroperasi, melayani 35,4 juta anak dan ibu hamil, atau sekitar 35 persen dari target nasional. Sejumlah penerima manfaat menyebut program ini membantu anak-anak yang kerap tidak sempat sarapan karena keterbatasan ekonomi.
Program besar lainnya adalah penyediaan rumah subsidi bagi pekerja informal dan masyarakat berpenghasilan rendah melalui skema Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). Program ini memungkinkan masyarakat memiliki rumah tanpa kewajiban melampirkan slip gaji, dengan bunga tetap 5 persen selama masa cicilan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait melaporkan, hingga Oktober 2025, terdapat lebih dari 196.400 unit rumah subsidi yang telah terealisasi dan 240.265 unit sedang dalam tahap pembangunan. Program ini diharapkan memperluas kepemilikan rumah dan menggerakkan ekonomi lokal.
Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan seluruh program pemerintah satu tahun terakhir diarahkan pada penguatan ekonomi kerakyatan. Ia menekankan, paradigma ekonomi Presiden Prabowo berfokus pada pemerataan, bukan pada sistem liberal yang bertumpu pada mekanisme pasar.
Program-program prioritas seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, dan Koperasi Desa Merah Putih disebut menjadi bagian dari visi Astacita delapan cita-cita nasional yang menjadi panduan pembangunan pemerintahan Prabowo–Gibran. Tito menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk mewujudkan visi Indonesia Maju yang inklusif.
Survei nasional Index Politica menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran mencapai 83,5 persen pada Oktober 2025. Sebanyak 90,8 persen responden mengaku mengetahui kebijakan pemerintah melalui pemberitaan media massa dan media sosial. Survei dilakukan terhadap 1.600 responden di 27 provinsi dengan margin of error 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
































