Simbol Bajak Laut One Piece Menjelang 17 Agustus, Dasco: Ada Upaya Memecah Belah Bangsa

Simbol Bajak Laut One Piece Menjelang 17 Agustus, Dasco: Ada Upaya Memecah Belah Bangsa - One - Gambar 426
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.

Manyala.co – Fenomena kemunculan simbol bajak laut bertengkorak, mirip logo “Jolly Roger” dari anime populer One Piece, belakangan menjadi sorotan publik. Simbol tersebut terlihat terpasang di sejumlah kendaraan, terutama truk-truk besar, di berbagai daerah menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80. Video dan foto pemasangan bendera itu viral di berbagai media sosial dan menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat, bahkan menuai respons dari elit politik.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, turut angkat bicara menanggapi tren tersebut. Ia menyampaikan keprihatinannya atas kemungkinan bahwa penyebaran simbol-simbol nonnasional ini bukan sekadar tren budaya populer, tetapi bisa menjadi bagian dari agenda tersembunyi yang bertujuan merusak keutuhan bangsa.

“Kami menerima masukan dari sejumlah lembaga intelijen dan institusi keamanan bahwa ada indikasi kemunculan simbol-simbol tertentu yang sengaja dimunculkan untuk menciptakan perpecahan dan menguji soliditas bangsa,” kata Dasco saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (31/7/2025) malam.

Politisi Partai Gerindra itu mengingatkan bahwa dalam situasi menjelang momentum penting seperti HUT Kemerdekaan, seluruh elemen bangsa seharusnya menjaga suasana kondusif dan memperkuat persatuan. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah tersulut atau terpancing oleh fenomena yang berpotensi memecah belah bangsa.

“Saya mengajak seluruh anak bangsa untuk tetap fokus pada semangat kebangsaan. Jangan kita terkecoh dengan simbol-simbol atau gerakan yang tidak jelas tujuannya, apalagi jika itu bisa mengarah pada disintegrasi,” ujar Dasco.

Dasco Beri Apresiasi Kader di Usia ke-18 Tahun Partai Gerindra

Terkait kemungkinan keterlibatan pihak asing dalam tren ini, Dasco tak menutup kemungkinan tersebut. Ia menyatakan bahwa ada pihak-pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, yang tidak senang melihat Indonesia terus berkembang.

“Memang tidak sedikit yang tak suka melihat Indonesia terus melaju menuju kemajuan. Maka, kita harus waspada terhadap setiap upaya yang ingin menghambat laju pembangunan nasional,” tambahnya.

Simbol Jolly Roger sendiri dikenal luas sebagai lambang para bajak laut dalam dunia fiksi, khususnya dalam anime dan manga One Piece garapan Eiichiro Oda. Meski oleh sebagian kalangan muda dianggap sebagai bentuk ekspresi kreativitas dan kecintaan terhadap budaya pop Jepang, banyak pula yang menilai pemasangan bendera tersebut sebagai tindakan yang tidak menghormati semangat kemerdekaan bangsa.

Fenomena ini bahkan memunculkan narasi baru di media sosial dan ruang publik. Ada yang menyebutnya sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah, sementara ada pula yang menilainya hanya sebatas budaya fandom tanpa maksud politis.

Menanggapi keragaman pandangan itu, Dasco tetap menegaskan pentingnya mengutamakan simbol-simbol nasional dalam momentum kenegaraan, seperti bendera Merah Putih. “Momen 17 Agustus seharusnya menjadi waktu untuk memamerkan semangat kebangsaan dan penghormatan terhadap para pejuang kemerdekaan. Bukan malah mempromosikan simbol-simbol asing,” katanya lagi.

BPS: Pengangguran Indonesia Turun Jadi 7,35 Juta Orang

Sementara itu, dari pengamatan di lapangan, simbol bajak laut One Piece terlihat bukan hanya di kendaraan, tetapi juga di beberapa atribut komunitas anak muda seperti kaus, poster, dan bendera kecil yang dipasang di tempat umum. Ada juga kelompok komunitas yang menyelenggarakan parade bertema anime menjelang Agustusan, yang turut menampilkan atribut tersebut.

Pemerintah sendiri belum secara resmi mengeluarkan larangan terhadap pemasangan bendera One Piece, namun sejumlah tokoh masyarakat mulai mendorong agar masyarakat lebih selektif dalam mengekspresikan semangat kemerdekaan.

“Silakan berkreativitas, tetapi jangan melupakan konteks dan nilai-nilai yang kita perjuangkan bersama sebagai bangsa,” pungkas Dasco.

Fenomena ini menjadi peringatan bahwa di era media sosial dan globalisasi budaya, ruang publik dapat dengan cepat dipengaruhi simbol-simbol lintas negara yang bisa memantik interpretasi beragam. Oleh karena itu, kehati-hatian dan kedewasaan dalam menanggapi tren seperti ini menjadi sangat penting untuk menjaga kebersamaan di tengah keragaman ekspresi anak bangsa.

BPS: Ketimpangan Pengeluaran Indonesia Turun ke 0,363

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

03

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
manyala-ads
Manyala.co

Olahraga

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Ranking FIFA Terbaru: Indonesia Bertahan di Posisi 122

Futsal Competition 2025, KKG PJOK Tallo Tekankan Kolaborasi

Indonesia Melaju ke Final Voli Putra SEA Games 2025

Kolom