Makassar, Manyala.co – Foto lama yang menampilkan seorang siswa SMA di Makassar sedang merokok dan mengangkat kaki di samping gurunya kembali viral di media sosial. Pihak sekolah memastikan peristiwa itu bukan kejadian baru, melainkan terjadi pada Oktober 2016 di SMA Ilham Makassar, Kecamatan Manggala, Sulawesi Selatan.
Gambar tersebut pertama kali beredar melalui akun Instagram lokal @makasar_iinfo dan segera memicu perdebatan publik. Dalam foto itu tampak seorang siswa laki-laki berinisial AS duduk santai di kursi, memegang rokok sambil menaruh satu kakinya di atas meja. Di sampingnya, terlihat seorang guru berusia paruh baya bernama Ambo yang tengah membaca buku tanpa menegur siswa tersebut.
Unggahan itu menuai reaksi beragam dari warganet. Sebagian besar mengecam tindakan tidak sopan siswa yang dianggap melecehkan sosok pendidik, sementara sebagian lain mempertanyakan mengapa sang guru tidak langsung menegur perilaku tersebut.
Namun setelah ditelusuri, foto itu ternyata merupakan dokumentasi lama. Berdasarkan laporan TribunTimur pada 14 Oktober 2016, peristiwa sebenarnya terjadi hampir sembilan tahun lalu. Kala itu, siswa berinisial AS (16) masih duduk di kelas XII dan fotonya diambil secara diam-diam oleh temannya berinisial K setelah jam pelajaran berakhir.
Guru Bahasa Indonesia bernama Ambo mengonfirmasi bahwa dirinya memang berada di lokasi kejadian. Ia menjelaskan bahwa AS sempat duduk di sampingnya sambil mengangkat kaki ke meja. “Dia saya tegur dan langsung menurunkan kakinya,” kata Ambo dalam wawancara dengan TribunTimur tahun 2016.
Ambo menambahkan, ia tidak menyadari bahwa rekannya memotret dan mengunggah gambar tersebut ke media sosial, yang kemudian menyebar luas. “Saya tidak menyangka foto itu viral,” ujarnya saat itu.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Yayasan Pendidikan Ilham, Usman Effendi, menjatuhkan sanksi disiplin kepada siswa AS berupa skorsing selama dua minggu. Ia dinilai melanggar aturan sekolah karena merokok di lingkungan sekolah dan menggunakan ponsel di kelas.
“Guru sudah mengingatkan agar seluruh siswa mematikan ponsel selama pelajaran berlangsung. Tindakan selfie dan unggahan semacam ini justru membawa dampak buruk bagi sekolah,” ujar Usman dalam pernyataannya pada 2016.
Kepala sekolah saat itu juga menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi pembelajaran penting bagi seluruh siswa mengenai etika di lingkungan pendidikan. Pihak sekolah kemudian memperketat pengawasan dan memperbarui tata tertib terkait penggunaan ponsel serta perilaku disiplin.
Kendati peristiwa itu sudah terjadi hampir satu dekade lalu, unggahan ulang pada Oktober 2025 kembali memancing perhatian publik, terutama karena muncul setelah insiden viral lain di dunia pendidikan. Kasus Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, yang sempat menampar siswa perokok di lingkungan sekolah.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SMA Ilham terkait viralnya kembali foto lama tersebut. Namun, pengelola akun media sosial lokal telah menambahkan keterangan bahwa kejadian itu bukan peristiwa baru.
































