Manyala.co – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sedang menyiapkan program health tourism yang menggabungkan layanan medis, kebugaran, dan pariwisata untuk wisatawan. Program ini dirancang sebagai langkah strategis meningkatkan daya tarik daerah sekaligus memperkuat sektor kesehatan.
Konsep health tourism Sumsel mencakup rumah sakit dan fasilitas kesehatan unggulan, pusat kebugaran, serta destinasi pariwisata di provinsi ini. Program ini diharapkan mampu memberikan pengalaman “berobat sambil berwisata” yang aman dan nyaman bagi wisatawan, termasuk turis mancanegara.
Menurut sumber resmi Pemprov Sumsel, inisiatif ini dilatarbelakangi pertumbuhan global sektor wisata kesehatan yang diperkirakan mencapai nilai lebih dari 200 miliar dolar AS pada tahun 2025. “Kami ingin Sumsel menjadi destinasi pilihan bagi wisatawan yang mencari layanan kesehatan berkualitas sekaligus menikmati wisata lokal,” ujar pejabat Pemprov yang enggan disebut namanya.
Pemerintah daerah berencana melibatkan rumah sakit dengan standar akreditasi internasional, klinik kesehatan, dan layanan spa, yang dikombinasikan dengan paket kunjungan ke objek wisata alam, sejarah, dan budaya Sumsel. Integrasi ini diyakini akan mendorong perputaran ekonomi lokal melalui penginapan, transportasi, kuliner, dan sektor kreatif.
Selain aspek ekonomi, program ini juga difokuskan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan. Tenaga medis dan staf rumah sakit akan mengikuti pelatihan standar internasional untuk memastikan pelayanan medis memenuhi protokol global. Hal ini sejalan dengan tren di Asia Tenggara, di mana beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura telah berhasil memposisikan diri sebagai pusat health tourism regional.
Pemprov Sumsel menargetkan peluncuran awal program dalam dua tahun ke depan, dimulai dengan pilot project di kota Palembang dan beberapa kabupaten prioritas. Keberhasilan program ini diharapkan dapat memperkuat reputasi Sumsel sebagai destinasi inovatif sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berbasis pariwisata dan kesehatan.
Belum ada konfirmasi resmi terkait anggaran yang dialokasikan, namun pemerintah daerah menegaskan akan memaksimalkan kolaborasi dengan sektor swasta, rumah sakit internasional, serta lembaga pendidikan kedokteran. Dengan pendekatan ini, Sumsel berharap menarik wisatawan regional dan internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru.
































