Manyala.co – Serbet dapur merupakan perlengkapan rumah tangga yang digunakan hampir setiap hari untuk aktivitas memasak dan membersihkan. Intensitas pemakaian yang tinggi membuat serbet mudah menyerap minyak, sisa makanan, dan kelembapan, sehingga kerap menimbulkan bau tidak sedap meskipun sudah dicuci.
Bau apek pada serbet dapur umumnya disebabkan oleh akumulasi lemak yang bersifat hidrofobik dan sulit larut dalam air. Residu ini dapat tertinggal pada serat kain dan menjadi media berkembangnya bakteri. Sejumlah studi kebersihan rumah tangga menunjukkan lap dapur berpotensi menyimpan bakteri lebih banyak dibandingkan beberapa permukaan sanitasi lainnya.
Salah satu metode yang dinilai efektif adalah merendam serbet sangat kotor dalam campuran cuka, garam, dan lemon. Lemon memiliki sifat antibakteri dan pemutih alami, sementara cuka dikenal mampu melarutkan residu lemak serta menetralkan bau. Serbet direndam dalam larutan air panas selama sekitar 30 menit hingga beberapa jam, kemudian dibilas dan dijemur di bawah sinar matahari.
Metode lain yang umum digunakan adalah perendaman menggunakan baking soda dan sabun cuci. Baking soda berfungsi menetralkan bau serta membantu mengangkat noda membandel. Serbet direndam selama 15–20 menit sebelum dicuci seperti biasa, baik secara manual maupun menggunakan mesin cuci.
Untuk noda minyak yang sulit dihilangkan, perebusan serbet dengan sabun cuci piring dan deterjen dinilai efektif. Air mendidih membantu membuka serat kain sehingga kotoran dan minyak lebih mudah terlepas. Setelah direbus beberapa menit, serbet disikat, dibilas hingga bersih, dan dikeringkan.
Bagi pengguna yang tidak ingin menggunakan air panas, perendaman semalaman dengan campuran baking soda, sabun cuci piring, deterjen, dan cuka dapat menjadi alternatif. Perendaman hingga 24 jam memungkinkan bahan aktif bekerja optimal dalam menghilangkan bau dan noda minyak.
Untuk serbet berwarna putih, penggunaan air panas dan pemutih dapat dilakukan secara terbatas. Metode ini hanya dianjurkan untuk kain tebal dan tidak berwarna, karena pemutih berisiko merusak warna dan serat kain. Serbet direndam sekitar 30 menit sebelum dibilas dan dicuci ulang dengan deterjen.
Penanganan awal juga dinilai penting, terutama pada noda minyak segar. Tepung maizena, bedak bayi, atau baking soda dapat ditaburkan langsung pada noda untuk menyerap minyak selama sekitar 30 menit sebelum dicuci.
Tahap akhir yang dinilai krusial adalah proses pengeringan. Menjemur serbet di bawah sinar matahari langsung membantu membunuh bakteri melalui paparan sinar ultraviolet alami serta mencegah kelembapan tersisa yang dapat memicu bau.
Untuk pencegahan jangka panjang, disarankan tidak menumpuk serbet kotor terlalu lama, membilas serbet segera setelah digunakan, menggunakan serbet secara bergantian, serta mencuci secara rutin setidaknya dua kali dalam sepekan. Hingga kini, tidak ada standar tunggal kebersihan rumah tangga, namun praktik-praktik tersebut dinilai efektif dalam menjaga higienitas dapur.
































